Sekjen PBB Ingatkan Meningkatnya KDRT di Masa Pandemi

  • Whatsapp
Sekjen PBB Ingatkan Meningkatnya KDRT di Masa Pandemi
(Pandemi berkepanjangan dapat melahirkan kekerasan domestik akibat rasa frustasi karena tak dapat melakukan aktivitas rutin dalam jangka waktu lama. Yang kerap jadi korban umumnya adalah perempuan dan anak-anak. Foto : Buzz Feed)
Rolasnews.com – Sekretaris Jendeeral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengingatkan potensi meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di masa pandemi COVID-19. Stress dan senewen kehilangan mata pencaharian serta tak dapat beraktivitas normal dalam waktu lama, bisa menjadi pemicunya. Korban KDRT biasanya adalah kaum perempuan dan anak-anak.

Merebaknya pandemi serta semakin banyaknya kasus positif COVID-19, lebih dari 1,2 juta, memaksa hampir seluruh negara di dunia menerapkan kebijakan membatasi ketat pergerakan penduduknya demi mencegah meluasnya pandemi. Di antara kebijakan yang ekstrem tersebut, yang sudah diambil sejumlah negara, adalah keputusan menerapkan lockdown yang melarang penduduknya berkeliaran di jalan-jalan.

Namun kebijakan ini ternyata memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya kekerasan domestik atau KDRT. Perasaan kesal atau sumpek tak dapat melakukan apa-apa selain di rumah, bisa memicu agresivitas di lingkungan dalam rumah tangga.

Read More

Hal ini disuarakan Sekjen PBB, Antonio Guterres. Ia mengatakan banyak laporan mengenai “lonjakan KDRT yang mengerikan dalam beberapa pekan terakhir” akibat tekanan ekonomi dan sosial selama wabah.

“Kekerasan tidak terbatas pada medan perang saja,” ia mengingatkan kembali seruannya untuk genjata senjata dalam konflik di seluruh dunia demi bersama-sama menghadap pandemi COVID-19. Tapi juga bisa terjadi di dalam rumah tangga.

“Bagi kaum perempuan dan anak-anak, ini adalah ancaman terbesar buat mereka. (Justru) di tempat di mana mereka seharusnya merasa aman, di rumah mereka sendiri,” kata Guterres dalam pernyataan resminya yang dirilis Senin (6/4) waktu setempat.

Baca Juga : Sekjen PBB Sebut Informasi Ngaco Soal Covid-19 Juga Wajib Diperangi

Karena itu, ia menyerukan dihentikannya segala kekerasan, baik itu konflik bersenjata maupun kekerasan dalam rumah tangga.

“Hari ini saya menyerukan pula untuk perdamaian di rumah-rumah di seluruh dunia,” tegasnya.

Sekjen PBB juga mendesak semua pemerintah untuk membuat langkah pencegahan dan penanganan kekerasan domestik terhadap mereka yang rentan menjadi korban (perempuan dan anak-anak). Sebab hal ini menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari respon nasional mereka dalam menghadapi pandemi global.

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *