Sekjen PBB Sebut Informasi Ngaco Soal Covid-19 Juga Wajib Diperangi

Sekjen PBB Sebut Informasi Ngaco Soal Covid-19 Juga Wajib Diperangi
(Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Foto : Southern Times)
Rolasnews.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengingatkan bahwa dunia tidak hanya memerangi “musuh bersama” Virus Corona. Tetapi “musuh bersama” itu juga berupa meningkatnya gelombang misinformasi atau informasi ngaco tentang pandemi itu sendiri.

Hal itu dikatakan Gutteres dalam video briefing kepada perwakilan dari 193 negara anggota PBB, akhir pekan ini. Video briefing itu juga diikuti Majelis Umum PBB, Pimpinan Dewan Keamanan serta Dewan Ekonomi dan Sosial PBB.

Sebagai catatan, informasi abal-abal atau ngaco yang malah menyesatkan itu bisa berupa rumor aneh-aneh, teori konspirasi yang otak atik gatuk, info asal-asalan seputar kesehatan, foto-foto hoaks, dlsb. Berbagai misinformasi itu banyak bertebaran di lini media sosial. Bahkan tak jarang juga dikutip media-media mainstream.

Read More

Baca Juga : Media Sosial Kerap Sebarkan Informasi Ngawur Tentang Vaksin

Menurut Guterres, untuk menghadapi Covid-19, semua pihak harus bersatu dalam mempromosikan fakta dan sains serta memperkuat harapan dan solidaritas dari keputusasaan dan perpecahan.

Ia menuturkan, PBB saat ini tengah meluncurkan Komunikasi untuk Inisiatif Solidaritas menghadapi Covid-19. Program itu ditujukan untuk secara cepat menginformasikan kepada masyarakat global mengenai pentingnya mendukung kebenaran fakta dan ilmu pengetahuan, sekaligus mempromosikan serta menginspirasi aksi kemanusiaan di seluruh dunia.

Sekjen PBB itu juga mendesak seluruh negara “menentang peningkatan kejahatan rasial yang menargetkan individu dan kelompok yang dituding terkait dengan Virus Corona.”

Meski tidak menyebut identitas, namun bukan rahasia jika orang-orang Asia, khususnya dari etnis Tionghoa, kerap menjadi sasaran kemarahan di awal-awal merebaknya pandemi.

Baca Juga : Jumlah Kasus Corona di AS Melonjak, Salip China dan Italia

Guterres tak lupa menyerukan negara-negara untuk turut berperan aktif mendanai perjuangan memerangi Covid-19 di negara-negara termiskin di dunia. Aksi kemanusiaan yang disponsori PBB itu membutuhkan dana sebesar USD 2 milyar.

“Kita musti membantu mereka yang paling rentan, jutaan orang yang paling tak mampu melindungi diri mereka sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemulihan harus ditujukan kepada semua, tidak boleh ada diskriminasi dan perbedaan perlakuan, yang justru dapat membuat lebih banyak orang rentan terhadap guncangan sosial dan ekonomi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.