AS Intensifkan Serangan ke Iran, Selat Hormuz Kian Panas

AS Intensifkan Serangan ke Iran, Selat Hormuz Kian Panas
Serangan gelombang kedua AS ke Iran yang membuat ekskalasi konflik meningkat. (X)

Rolasnews.com – Amerika Serikat mengintensifkan serangan udaranya ke Iran pada Kamis (16/7/2026) dini hari. Serangan menyasar lokasi-lokasi lebih jauh ke utara. Pasukan AS juga menembaki sebuah kapal yang dituduh berusaha menerobos blokade laut yang diterapkan Washington terhadap Republik Islam tersebut.

Teheran langsung membalas dengan meluncurkan rudal dan serangan drone ke Bahrain serta Kuwait sebelum fajar menyingsing.

Read More

Rentetan aksi saling serang selama beberapa hari terakhir antara AS dan Iran di kawasan Timur Tengah, ditambah ancaman baru terhadap Selat Hormuz, telah menggagalkan kesepakatan sementara penghentian perang. Kawasan tersebut kini kembali berada di ambang konflik besar.

Pejabat Iran melaporkan bahwa serangan Amerika telah menewaskan lebih dari 35 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.

Perang antara AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu mendorong Tehran menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal. Langkah itu langsung memicu lonjakan harga minyak, pupuk, dan berbagai komoditas lainnya di pasar global. Tindakan ini juga memberi Iran leverage kuat dalam perundingan.

Lonjakan harga tersebut menjadi beban tersendiri bagi Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik yang berharap mempertahankan kendali Kongres pada pemilu November mendatang.

Meski demikian, Washington kesulitan membuka kembali jalur penting tersebut. Sehari sebelumnya, Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran.

Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Qalibaf, menyatakan negaranya siap menghadapi konfrontasi militer yang lebih besar jika AS tidak mematuhi kesepakatan sementara.

Baca Juga: 

Eskalasi AS-Iran Picu Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Sementara itu, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengancam akan menghentikan seluruh ekspor energi dari Timur Tengah sebagai respons terhadap blokade tersebut.

“Ekspor minyak dan gas dari kawasan ini akan untuk semua orang atau untuk tidak ada seorang pun,” tegas IRGC.

Di sisi lain, Trump kembali menyatakan keyakinannya bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan damai, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.

“Mereka tidak suka apa yang kami lakukan, dan mereka memang ingin menyelesaikan ini. Kita akan lihat apakah kami bisa mencapai kesepakatan atau kami selesaikan saja,” ujar Trump pada Rabu saat menghadiri konferensi pertahanan di US Army War College, Pennsylvania.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *