Rolasnews.com – Kebakaran hutan hebat melanda wilayah Los Gallardos di Provinsi Almería, Andalusia, Spanyol selatan, sejak Kamis (9/7/2026). Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam sejarah wilayah tersebut, dengan korban jiwa mencapai sedikitnya 12 orang dan 23 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Jumat (10/7).
Menurut otoritas Andalusia, sebagian besar korban adalah warga negara asing. Termasuk setidaknya empat warga Inggris yang ditemukan tewas di dalam kendaraan. Beberapa korban lainnya tewas saat mencoba melarikan diri dengan berjalan kaki setelah meninggalkan mobil mereka.
Delapan orang mengalami luka-luka, empat di antaranya dalam kondisi kritis.
Api diduga berawal dari jatuhnya kabel listrik di pinggir jalan N-340A pada Kamis sore, yang kemudian menyambar vegetasi kering. Kobaran api menyebar dengan sangat cepat akibat angin kencang dan kondisi lahan yang ekstrem kering akibat gelombang panas yang melanda Eropa. Hingga Jumat, kebakaran telah menghanguskan lebih dari 4.000 hektare lahan hutan dan semak belukar.
Pemerintah daerah Andalusia mengerahkan ratusan petugas pemadam kebakaran, termasuk 150 personel dari unit darurat militer (UME), puluhan kendaraan, dan pesawat pemadam.
Lebih dari 1.400 warga dievakuasi dari kawasan berbahaya, termasuk di Bédar dan sekitarnya. Beberapa jalan utama ditutup untuk memperlancar operasi pemadaman.
Night of flames – Firefighters battle deadly Almeria wildfire after 12 killed, at least 23 missing in southeast Spain
The wildfire in Los Gallardos has scorched thousands of hectares, making it one of Spain’s deadliest in decades.
Prolonged heatwaves left the landscape… pic.twitter.com/vUJhWgc016
— Viory Video (@vioryvideo) July 11, 2026
Presiden Regional Andalusia Juan Manuel Moreno menyebut peristiwa ini sebagai “tragedi tanpa preseden” dan menyatakan masa berkabung. Sementara itu, Kepala Darurat Antonio Sanz menekankan kompleksitas medan yang penuh jurang dan sulit diakses, sehingga upaya pemadaman diperkirakan memakan waktu beberapa hari.
Kebakaran ini terjadi di tengah musim panas yang ekstrem di Spanyol, yang telah memicu sejumlah kebakaran lain di berbagai wilayah. Investigasi penyebab pasti masih berlangsung, meski bukti awal mengarah pada kegagalan infrastruktur listrik.
Pihak berwenang hingga kini terus melakukan pencarian terhadap korban hilang dan memantau perkembangan api.






