Sepekan Paska Final Euro 2020, Hujatan Bernada Rasisme Terus Dialamatkan ke 3 Pemain Inggris

  • Whatsapp
Sepekan Paska Final Euro 2020, Hujatan Bernada Rasisme Terus Dialamatkan ke 3 Pemain Inggris
(Kesedihan Rashford setelah gagal mengeksekusi penalti di final Euro. Kegagalan itu berbuntut pelecehan rasisme di media sosial. Credit: AFP)
Rolasnews.com – Usai kekalahan Inggris di final Euro 2020, hujatan bernada rasisme masih terus mendera para pemain berkulit hitam yang tergabung dalam tim nasional Inggris. Mereka banyak menerima caci maki lewat media sosial, terutama Instagram.

Setelah puasa gelar selama 55 tahun dan kalah adu penalti dengan Italia, kekecewaan beberapa para penggemar sepak bola Inggris diungkapkan secara negatif dan berlebihan.

Seperti diberitakan Forbes, dari data perusahaan pelacak media sosial Newship menunjukkan setidaknya sejak Minggu ada 12 postingan dengan komentar terbanyak di Instagram yang berisi hujatan bernada rasisme yang ditujukan pada tiga pemain kulit hitam di tim Inggris, Rashford, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho.

Read More

Mereka dimaki-maki karena gagal mengeksekusi penalti saat pertandingan final Euro 2020 kontra Italia.

Sedih dan gembira di final Euro 2020
(Ekspresi sedih para pemain Inggris kontras dengan suka cita para pemain Italia paska tos-tosan adu penalti di final Euro 2020. Credit: AFP)

Postingan itu menghasilkan hingga 4,6 juta tanda suka dan ratusan ribu komentar, yang juga berdampak pada pelaporan serangan oleh portal berita utama Inggris BBC News dan Sky Sport hingga postingan yang secara pribadi menyerang para pemain.

Sebagian besar postingan menyerang Rashford, striker Manchester United yang mendapatkan sejumlah postingan trending teratas sejak kekalahan Inggris, termasuk reaksi mendalam sehari setelah pertandingan yang paling banyak komentar (230.000) dari apa pun yang dipublikasikan di Instagram dalam minggu ini.

Postingan paling popular pada tanggal 12 Juli di mana Rashford meminta maaf kepada para penggemar karena gagal mengeksekusi penalty. Tetapi ia dengan tegas mengatakan ia “tidak akan pernah” meminta maaf “ soal siapa dirinya dan dari mana asalnya.”

Postingan ini banyak dipuji oleh sejumlah bintang sepak bola terkenal lainnya.

Rashford juga menanggapi  perusakan mural wajahnya di kampung halamannya di Withington, Manchester, dengan mengatakan hampir menangis karena terharu melihat para penggemar membersihkan coretan vandalisme.

“Saya bisa menerima kritik atas penampilan saya di lapangan sepanjang hari. Penalti saya tidak cukup baik. Seharusnya bisa masuk (gol, red). Tetapi saya tidak akan pernah meminta maaf untuk siapa saya atau dari mana saya berasal,” ungkapnya.

Mural Rashford diperbaiki
(Seorang seniman jalanan memperbaiki mural gambar Markus Rashford yang sebelumnya dicorat coret usai Inggris gagal juara di Euro 2020. Credit: AP Photo)

Meskipun tidak terlibat sebanyak Rashford, baik Saka dan Sancho juga sama kecewanya dengan hasil penalti mereka.

“Tidak ada kata-kata untuk memberitahu Anda betapa kecewanya saya dengan hasil penalti saya. Saya meminta maaf karena gagal membawa pulang trofi tahun ini,” tulis Saka yang mendapat 2,5 juta like di media sosial dan beberapa komentar dukungan terutama dari sesama pemain Arsenal Ben White, Joe Willock dan banyak lagi.

Sementara itu, Sancho menganggap kegagalan eksekusi penalti merupakan perasaan terburuk yang pernah ia rasakan sepanjang karirnya.

Baca Juga :

ARMY Meradang Setelah Sebuah Acara Radio di Kolombia Berkomentar Rasis Terhadap BTS

Inggris untuk pertama kalinya mencapai final Euro sejak menjuarai Piala Dunia 1966, sehingga kekalahan pada pertandingan final beberapa hari lalu di Stadion Wembley langsung memicu reaksi kecewa yang berlebihan dan memunculkan serangan hujatan bernada rasisme terhadap trio muda tersebut di media sosial.

Pelecehan tersebut mendapat kecaman dari Asossiasi Sepak Bola Inggris, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson hingga Pangeran William.

Pangeran William kecam perilaku rasis terhadap pemain Timnas Inggris
(Pangeran William yang didampingi istrinya, Kate Middleton, menyaksikan langsung laga final Euro 2020, turut mengecam keras postingan rasis terhadap beberapa pemain Timnas Inggris berkulit hitam. Credit: AP Photo)

Semenjak itu, sejumlah penangkapan telah dilakukan terkait komentar ofensif tersebut. Para pemain juga mengungkapkan kekecewaan dan meminta perusahaan media sosial untuk mencegah serta menangani kebencian online itu sesegera mungkin.

“Kepada platform media sosial @Instagram @twitter @facebook saya tidak ingin ada anak atau orang dewasa menerima pesan kebencian dan menyakitkan seperti yang saya terima, Marcus, dan Jadon minggu ini. Saya langsung tahu jenis kebencian yang akan saya terima dan itu adalah kenyataan yang menyedihkan bahwa platform kuat Anda tidak cukup bertindak untuk menghentikan pesan-pesan ini,” tulis Saka.

Namun, Saka mengatakan tak akan membiarkan ujaran kebencian itu menghancurkan hidupnya. Ia meyakini sepakbola akan menyatukan orang-orang dari suku, agama, ras, jenis kelamin, dan latar belakang berbeda  pada satu euforia yang sama. (AZP)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *