Sydney Lockdown Akibat Lonjakan Kasus COVID-19

  • Whatsapp
Sydney Lockdown Akibat Lonjakan Kasus COVID-19
(Suasana di sekitar Gedung Opera Sydney yang ikonik tampak lengang dengan diberlakukannya lockdown di kota itu. Photo Courtesy : Forbes)
Rolasnews.com – Kasus terus melonjak, pemerintah negara bagian New South Wales, Australia memutuskan mengunci Kota Sydney selama satu minggu mulai Jumat tengah malam (25/6). Beberapa yang dilockdown termasuk kawasan pusat bisnis dan pantai Bondi yang populer.

Keputusan lockdown diambil otoritas setempat untuk menekan laju penyebaran wabah COVID-19 varian Delta yang jauh lebih cepat menular.

Dilansir Reuters, lockdown diumumkan setelah negara bagian New South Wales (NSW) melaporkan 22 kasus baru COVID-19 pada Kamis (24/6) dan satu pekan sejak varian Delta ditemukan di pantai Bondi. Wilayah yang akan di karantina adalah Woolhara, Waverly, Randwick, dan Kota Sydney.

Read More

“Jika Anda tinggal atau bekerja di wilayah itu, Anda harus tinggal di rumah kecuali benar-benar diperlukan,” kata pemimpin negara bagian New South Wales, Gladys Berejiklian.

Kluster bermula setelah seorang sopir mengangkut penumpang dari bandara Sydney dua pekan silam. Saat itu sang sopir tidak memakai masker dan diduga ia terinfeksi dari penumpang asing, sehingga kluster ini pun berkembang hingga menjadi 65 orang terinfeksi.

Sementara diikutip Forbes, muncul keprihatinan tentang munculnya kasus kluster baru di sebuah salon di area Sydney, di mana tiga staf terinfeksi dan lebih dari 900 klien telah berkunjung antara tanggal 15 hingga 23 Juni 2021.

Pemimpin New South Wales, Gladys Berejiklian mengumumkan keputusan lockdown dan menyebut kondisi ini sebagai “waktu paling menakutkan” yang dialami NSW.

Penduduk  di wilayah Kota Sydney diizinkan meninggalkan rumah hanya untuk tujuan penting, untuk pekerjaan atau pendidikan yang diperlukan, olahraga di luar ruangan, ke pusat layanan medis dan membeli barang atau jasa penting.

Asosiasi Medis Australia kurang puas dengan langkah pemerintah tersebut. Menurut mereka, Seharusnya pemerintah memberlakukan tindakan yang cukup ketat dengan mengunci total Kota Sydney.

Asosiasi juga memperingatkan wabah Sydney bisa lepas kendali dan menyebabkan gelombang dahsyat seperti yang terjadi di Melbourne tahun lalu yang mencatat 800 kematian .

Namun Berejiklian menolak seruan untuk lockdown total yang lebih ketat dengan bersikeras bahwa tindakan yang diambil saat ini sudah cukup memadai.

Baca Juga :

Wabah Hama Tikus Serang Penjara, Ratusan Napi di Australia Diungsikan

Sebanyak 21 persen total populasi New South Wales telah menerima setidaknya satu kali vaksin COVID-19, namun hanya sekitar 3 persen  saja yang telah menerima vaksinasi lengkap. Vaksinasi tunggal dianggap kurang efektif dalam melawan varian Delta.

Pemerintah negeri kangguru itu sebenarnya telah berhasil menekan penyebaran COVID-19 di dalam negaranya dengan menggunakan metode pelacakan kontak, pembatasan pergerakan, dan tindakan karantina bagi pelancong yang datang. Taktik serupa digunakan oleh negara bagian Victoria setelah wabah “sangat menular” melanda  Melbourne.

Secara total Australia  telah melaporkan sebanyak 910 kematian sejak awal pandemi, dan 90 persen di antaranya terjadi di Melbourne. (AZP)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *