Forkopimda Jatim Pastikan SOP Dijalankan di Tempat Isolasi Daerah Asal Pekerja Migran Indonesia

Forkopimda Jatim Pastikan SOP Dijalankan di Tempat Isolasi Daerah Asal Pekerja Migran Indonesia
(Gubernur Khofifah didampingi Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, serta sejumlah pejabat Forkopimda Jatim, meninjau tempat isolasi Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Pramuka, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Photo Courtesy : Ist)
Rolasnews.com – Forkopimda Jawa Timur, melakukan pengecekan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang berada di tempat isolasi di Sanggar Pramuka, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi PMI sebelum kembali ke keluarga masing-masing.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, bersama Sekda Prov Jatim, Pejabat Utama Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim hari Sabtu (8/5) melakukan kunjungan ditempat isolasi PMI asal Madiun.

Di tempat karantina ini telah dihuni oleh 69 PMI yang datang dari 5 negara, diantaranya Malaysia, Singapura, Hongkong, Brunei, dan Taiwan. Mereka datang sejak pekan lalu, usai diisolasi dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Saat ini tinggal 8 PMI yang masih berada di tempat isolasi ini.

Read More
Link Banner

“Ini SOP secara nasional, bahwa seluruh Pekerja Migran Indonesia yang kembali ke tanah air mereka akan dipastikan di karantina lebih dulu untuk di-swab PCR,” papar Gubernur Jatim usai meninjau tempat isolasi di Madiun.

Swab PCR ini sekitar dua hari, datang di-swab hari kedua hasil lab-nya keluar. Kalau negatif, petugas langsung berkoordinasi dengan kabupaten/kota, dan mereka hanya pulang kalau dijemput. Yang positif langsung dirujuk ke rumah sakit darurat lapangan.

Setelah dari asrama haji di mana karantina awal dilakukan, maka mereka akan masuk pada karantina berikutnya dimasing-masing kabupaten/kota. Inilah karantina kedua yang dilakukan oleh Pemkab Madiun.

Setelah itu Pemkab Madiun akan merujuk lagi ke tingkat desa sampai dengan 14 hari. Pelapisan ini dilakukan untuk memberikan perlindungan, baik kepada PMI maupun kepada masyarakat dan keluarga, dimana mereka kembali.

“Oleh karena itu, ini kewaspadaan yang dilakukan oleh pemerintah secara berlapis-lapis. Tentu kami mohon tetap diikuti dengan kewaspadaan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandas Khofifah.

Cegah COVID-19, Forkopimda Jatim Saring Ketat Pekerja Migran Indonesia Masuk Jatim

Lebih lanjut Gubernur menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan takbir keliling dan membatasi jumlah jamaah pada saat Shalat Ied.

“Hal-hal yang terkait nanti dengan Shalat Idul Fitri, silaturahim unjung-unjung pada saat lebaran, takbiran, dan seterusnya. Mohon semuanya dijaga, kali ini tidak melakukan takbir keliling, kali ini semua masjid harus melakukan proses yang teridentifikasi memastikan bahwa semua protokol kesehatan dilakukan dengan sangat teliti dan detail, dengan persentase tertentu,” jelasnya.

“Jadi kalau ini orange maka maksimal 25%. Oleh karena itu, mendaftarkan lebih awal lebih baik. Masjid-masjid di Jawa Timur kita mohon menggunakan format dengan mendaftarkan para calon jamaahnya. Sehingga tidak tiba-tiba pagi kemudian yang berkeinginan Shalat Ied banyak lalu mereka akhirnya berhimpit. Sangat kita mohon semua kita lakukan kewaspadaan berganda,” pungkas Gubernur Jatim. (DNA)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *