Rolasnews.com – Sering buang air kecil, rasa haus yang berlebihan, dan penurunan berat badan tanpa alasan jelas dapat menjadi gejala kadar gula darah yang tinggi. Tanda lain seperti kelelahan dan penglihatan kabur juga bisa muncul. Meski demikian, satu atau dua tanda saja bukan berarti pasti terdiagnosis diabetes. Tetap dibutuhkan pemeriksaan darah untuk memastikannya.
Mengenali pola gejala ini penting. Kadar gula darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh dalam jangka panjang.
Di sisi lain, sebagian orang hanya mengalami sedikit gejala atau bahkan tidak merasakannya sama sekali. Merasa sehat tidak otomatis berarti kadar gula darah berada dalam kisaran normal.
Gejala-gejala di atas merupakan ciri yang sudah lama dikenal terkait diabetes dan gangguan gula darah, bukan temuan dari satu penelitian baru. Gejala hanya memberikan petunjuk. Untuk mengetahui apakah kadar gula berada di luar batas normal, diperlukan pemeriksaan darah.
Gula darah, atau glukosa, menjadi sumber energi bagi sel-sel tubuh. Insulin, hormon yang diproduksi tubuh, membantu sel mengambil dan memanfaatkan glukosa. Masalah timbul ketika tubuh memproduksi insulin terlalu sedikit atau tidak merespons insulin dengan baik.
Ketika kadar glukosa dalam darah meningkat, ginjal dapat mengeluarkan kelebihan gula melalui urine. Proses ini menarik air keluar dari tubuh. Akibatnya, seseorang sering buang air kecil dan merasa haus berlebih. Keduanya sering muncul bersamaan, termasuk peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari.
Beberapa orang juga merasakan lapar yang tidak biasa. Tubuh tidak mampu memanfaatkan energi yang tersedia secara normal. Jika kekurangan insulin sangat parah, tubuh mulai memecah lemak dan otot sebagai sumber energi. Hasilnya, berat badan turun meski tidak ada usaha untuk menurunkan berat badan.
Baca Juga:
Rutin Minum Kopi Dapat Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2
Manfaat Diet Keto Turunkan Lemak Hati dan Perbaiki Gula Darah
Kelelahan sering menyertai kadar gula darah tinggi dan kehilangan cairan. Namun, kelelahan bersifat tidak spesifik dan bisa disebabkan banyak hal lain. Oleh karena itu, rasa lelah saja tidak cukup untuk mengidentifikasi masalah gula darah.
Penglihatan kabur dapat terjadi karena perubahan pada lensa mata saat kadar gula darah naik-turun. Gangguan fokus ini bersifat sementara dan berbeda dari kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah kecil di mata, meskipun diabetes dapat memengaruhi penglihatan melalui kedua mekanisme tersebut.
Luka atau goresan yang lambat sembuh serta infeksi yang berulang juga dapat muncul. Kadar gula darah tinggi mengganggu sirkulasi dan sistem pertahanan tubuh, sehingga infeksi kulit, saluran kemih, atau jamur lebih mudah terjadi.
Kesemutan, kebas, atau rasa terbakar di kaki atau tangan dapat menandakan kerusakan saraf yang terkait diabetes yang sudah berlangsung lama. Berbeda dengan rasa haus atau sering buang air kecil, gejala ini biasanya muncul setelah kadar gula darah tinggi dalam waktu cukup lama.
Kulit yang menggelap, menebal, dan terasa seperti beludru di sekitar leher, ketiak, atau selangkangan dapat terkait dengan resistensi insulin. Artinya, tubuh kurang responsif terhadap insulin. Perubahan kulit ini bukan bukti langsung bahwa kadar gula darah sedang tinggi saat ini.
Waktu munculnya dan kombinasi gejala berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala juga memiliki penyebab yang tidak terkait diabetes.
Penilaian klinis dan pemeriksaan kadar glukosa atau kadar gula darah jangka panjang diperlukan untuk membedakan berbagai kemungkinan. Hal ini karena gejala saja tidak dapat menunjukkan seberapa parah atau berapa lama masalah tersebut telah berlangsung.






