Ribuan Orang Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan di Athena

  • Whatsapp
Ribuan Orang Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan di Athena
(Petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api di utara Athena. Credit: Michael Varaklas/AP Photo)

Rolasnews.com – Gelombang panas mengakibatkan kebakaran hutan di Athena, Yunani pada Selasa malam (3/8). Kebakaran hutan yang terus melaju ke daerah pemukiman memaksa ribuan orang mengungsi sementara lebih dari 500 petugas kebakaran berjuang untuk memadamkan api.

Kepala Perlindungan Sipil Nikos Hardalis mengatakan kebakaran di utara Athena “sangat berbahaya” dan diperparah oleh angin kencang dan kondisi kering akibat panas yang mencapai 45 derajat Celcius (113 derajat Fahrenheit) di daerah tersebut.

Read More

Seperti diberitakan Associated Press, pihak berwenang melaporkan tidak ada laporan adanya cedera parah pada warga, beberapa bangunan telah rusak tetapi belum ada laporan secara rinci. Penyebab pasti kebakaran juga belum bisa dipastikan.

Hardalis menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah penyelamatan nyawa manusia dan ini adalah salah satu gelombang panas terburuk yang pernah dialami negara itu.

“Ini adalah jam-jam penting. Negara kita sedang mengalami salah satu gelombang panas terburuk dalam 40 tahun terakhir,” kata Hardalis.

Gubernur Athena, Giorgos Patoulis, juga berpendapat jika angin tidak terlalu kencang, api kemungkinan bisa dijinakkan lebih cepat dengan bantuan pesawat penyiram air.

Kobaran api yang sangat besar mendorong untuk segera dilakukan evakuasi di dekat Tatoi dan memaksa penutupan sebagian jalan raya utama utara-selatan Yunani.

Warga mulai mengevakuasi diri dengan mobil atau motor membawa hewan peliharaan dan barang seadanya menuju ibu kota di tengah kabut asap.

Petugas pemadam kebakaran pergi dari rumah ke rumah untuk memastikan bahwa evakuasi telah dilakukan. 315 orang dikawal ke tempat yang aman setelah meminta bantuan. Pihak berwenang mengatakan tidak ada yang terdaftar sebagai orang hilang, dan media Yunani mengatakan enam orang membutuhkan perawatan untuk keluhan pernapasan ringan.

Kebakaran hutan juga berkobar di wilayah lain Yunani. Ada sekitar 40 titik api menyala pada Selasa malam. Pihak berwenang telah melakukan evakuasi di desa-desa di Mani, Vassilitsa, Peloponnese Selatan, serta pulau Evia dan Kos.

Hardalias menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada.

“Karena gelombang panas akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang, harap hindari aktivitas apa pun yang dapat memicu kebakaran,” katanya.

Baca Juga :

Gelombang Panas Renggut Puluhan Korban Jiwa di Kanada dan AS

Sebelumnya, pihak berwenang menutup Acropolis dan situs kuno lainnya pada sore hari. Situs yang biasanya buka di musim panas dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam, akan dikurangi jam kerjanya sampai hari Jumat, tutup antara tengah hari hingga jam 5 sore.

Panas ekstrem, yang digambarkan oleh pihak berwenang sebagai yang terburuk di Yunani sejak 1987, telah membebani pasokan listrik nasional dan memicu kebakaran hutan.

Acropolis ditutup karena gelombang panas di Yunani
(Tempat wisata Acropolis di Athena terpaksa ditutup gara-gara gelombang panas terhebat sejak tahun 1987. Credit: Louisa Gouliamaki/AFP)

Operator jaringan nasional mengatakan pasokan listrik ke sebagian ibu kota “terancam kolaps” setelah sebagian sistem transmisi rusak dan terancam oleh kebakaran dimatikan. Kobaran api merusak tiang listrik, menambah ketegangan lebih lanjut pada jaringan listrik yang sudah berada di bawah tekanan karena meluasnya penggunaan AC.

Tujuh pesawat “pengebom” air dan sembilan helikopter terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di dekat Athena, termasuk sebuah pesawat Amfibi Beriev Be-200 yang disewa dari Rusia. Namun, mereka menghentikan operasi setelah gelap untuk alasan keamanan.

Dinas Pemadam Kebakaran Yunani mengeluarkan peringatan untuk sebagian besar wilayah Yunani pada Selasa dan Rabu. Sementara layanan publik dan kantor swasta mengubah jam operasional mereka hingga sore hari.

Tak hanya di Yunani, cuaca panas ekstrem telah memicu kebakaran hutan yang mematikan di Turki, Italia, dan Albania. (AZP)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *