Mengenang Hindhiarto dan Gani Suryani

Mengenang Hindhiarto dan Gani Suryani
(Gani Suryani dan Hindhiarto. Credit : Ist)
Rolasnews.com – Minggu-minggu belakangan ini kabar duka dari rekan alumni SMPN 12 Lulusan 88 (Rolas 88) datang silih berganti. Mulai dari banyaknya rekan kita yang positif terpapar COVID-19 hingga  ada yang akhirnya menyerah dan berpulang ke Rahmatullah. Dua di antaranya adalah Hindhiarto dan Gani Suryani.

Sebelumnya, Novendra Ariadi menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 24 Juni 2021. Tak sampai sepuluh hari, datang lagi kabar duka. Hindhiarto juga meninggalkan kita untuk selamanya pada tanggal 2 Juli 2021.

Belum surut rasa sedih, menyusul kabar duka berikutnya. Tanggal 10 Juli 2021, rekan kita, Gani Suryani, giliran dipanggil Yang Maha Kuasa.

Read More

Ketiganya meninggal karena terpapar COVID-19.

Hindhiarto bertempat tinggal di Perumahan Bumi Mutiara Blok JF4 No. 29, Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil-kecil, yakni berusia 14, 12 dan 10 tahun.

Semasa bersekolah di SMPN 12 Surabaya, Hindhiarto pernah duduk di kelas 1 G.

Almarhum merupakan karyawan di QNB Indonesia dan istrinya bekerja di Bank BNI di Kabupaten Bogor. Sebelum berpulang, Hindhiarto sempat dirawat kurang lebih 8 hari di RS MMC karena positif covid.

Hindhiarto & keluarga
(Almarhum Hindhiarto bersama keluarga. Credit : Ist)

Baca Juga :

In Memoriam Hindhiarto

Sementara Gani Suryani, dikabarkan wafat sepekan kemudian dengan sebab yang sama. COVID-19. Almarhumah meninggal sekitar jam 5.30 di kediamannya di kawasan Deltasari, Sidoarjo.

Ibu dua anak ini, masing-masing berusia 20 dan 16 tahun, dulunya adalah penghuni kelas 1 H di SMPN 12 Surabaya. Almarhumah lulus SMP di tahun 1988.

Gani Suryani & keluarga
(Almarhumah Gani Suryani bersama keluarga. Credit : Ist)

Baca Juga :

In Memoriam Gani Suryani

Sebagai bentuk kepedulian serta rasa belasungkawa, rekan-rekan sesama alumni yang tergabung dalam Rolas 88 secara sukarela mengumpulkan uang duka yang segera diserahkan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Berapa pun nilai nominalnya, tidaklah utama. Yang lebih penting adalah rasa kebersamaan serta rasa kehilangan sosok-sosok yang pernah menjadi bagian dari kita semasa bersekolah dulu.

Selamat jalan teman-teman. Semoga kalian mendapat tempat terbaik di sisiNya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.