Apes. Sudah Beli Ratusan Tiket, Eh… Olimpiade Digelar Tanpa Penonton

Apes. Sudah Beli Ratusan Tiket, Eh... Olimpiade Digelar Tanpa Penonton
(Kazunori Takishima (kiri), penonton setia olimpiade. Photo Courtesy : Reuters)
Rolasnews.com – Karena digelar setiap empat tahunan dan berpindah-pindah dari negara satu ke negara lain di berbagai belahan dunia, Olimpiade musim panas selalu jadi momen yang dinanti-nanti. Terutama bagi pecinta olahraga yang kebetulan negaranya jadi penyelenggara.

Kazunori Takishima salah satu contohnya. Antusias negaranya ditunjuk menjadi penyelenggara Olimpiade 2021 (yang harusnya Olimpiade 2020), Takishima pun sudah jauh-jauh hari membeli tiket untuk menonton semua cabang olahraga yang digelar.

Pria berumur 45 tahun itu membeli 100 lembar tiket berbagai ajang di Olimpiade yang digelar di Tokyo itu. Begitu antusiasnya, karyawan salah satu perusahaan real estate itu pun sampai merogoh koceknya hingga US$ 40 ribu, atau senilai Rp 581,8 juta.

Read More

Tapi, gara-gara meningkatnya kasus positif harian di ibukota Jepang itu, maka per Kamis lalu (8/7) panitia penyelenggara Olimpiade (JOC) memutuskan tidak membuka pintu bagi penonton datang ke arena pertandingan. Dengan kata lain, olimpiade digelar tanpa penonton.

“Saya begadang sampai jam tiga pagi dengan pikiran yang benar-benar kosong,” ungkap Takishima menggambarkan reaksinya setelah mengetahui keputusan Olimpide 2021 ini digelar tanpa penonton.

Padahal ia sudah membayangkan datang ke arena pertandingan dengan mengenakan ikat kepala berhias simbol nasional Jepang.

“Saya benar-benar terkejut dengan berita itu. Saya harap saya bisa menangis. Itu akan membantu menghilangkan stresku,” sambung Takishima.

Saat ajang Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Takishima telah menghadiri 106 pertandingan Olimpiade bertiket, dan sudah menyaksikan 28 event dalam 17 hari.

Rekor Guinness World Record menyebut, rekor terbanyak masih di angka 128 tiket nonton Olimpiade.

Sejak dua bulan lalu, Takishima sudah mendaftarkan rekornya jadi 134 pertandingan di Euro. Bersama dengan keluarga dan rekan-rekannya, ia harus merogoh koceknya sampai US$ 36.386,79 (Rp 529,2 juta) untuk membeli sebanyak 100 lembar tiket.

Uang itu hasil dari tabungan yang telah dikumpulkannya semenjak tahun lalu.

“Semua kesenangan yang saya nantikan pun hilang. Sedikit demi sedikit,’’ sesal Takishima.

“Melarang penggemar datang ke venue pertandingan adalah pukulan terakhir,’’ sambungnya.

Kapok?

Tidak. Sebab ternyata ia telah berencana memecahkan rekor di Olimpiade Musim Dingin tahun depan yang berlangsung di Beijing, Tiongkok. Kalau tidak di Beijing, ia mengalihkannya ke Olimpiade musim panas 2024 di Paris.

Takishima ingin pecahkan rekor sebagai penonton olimpiade terbanyak
(Takishima masih menyimpan obsesi memecahkan rekor sebagai penonton dengan tiket terbanyak dalam satu ajang olimpiade. Photo Courtesy : Japan Times)

Tetapi, tetap saja dia tak bisa menyaksikannya saat Olimpiade berlangsung di negaranya sendiri, Jepang. Dilansir laman WION, Takishima sudah berencana menyaksikan acara opening ceremony di luar Olympic Stadium, Tokyo, 23 Juli mendatang.

Hanya saja Takishima tak tahu apa yang akan ia lakukan.

“Melihatnya saja sudah bisa membuatku serasa ingin menangis,” tuturnya usai menelusuri lusinan tiket digital di telepon selulernya.

Baca Juga :

Kepolisian Jepang Waspadai Potensi Unjuk Rasa Menolak Olimpiade Berujung Kekerasan

Penyelenggara Akan Mengembalikan Uang Tiket

Walaupun dirinya tidak bisa menyaksikan rangkaian pertandingan Olimpiade dari dekat, Takishima tak perlu khawatir. Sebab, penyelenggara menegaskan akan mengembalikan uang dari penjualan tiket secara otomatis setelah mengeluarkan aturan tanpa penonton.

“Kami telah melakukan segalanya yang kami mampu untuk memenuhi harapan mereka yang sudah membeli tiket,” ungkap Ketua Departemen Pemasaran JOC Hidenori Suzuki saat menyampaikan permintaan maafnya, dikutip Reuters.

Ketika mengucapkan maafnya ketika itu, Suzuki sampai tak sanggup menahan air matanya menetes.

“Saya bisa merasakan sakit yang begitu mendalam. Persis seperti yang Anda rasakan juga,’’ imbuh Suzuki.

Dikutip dari laman resmi JOC, harga tiket yang sempat dijual ke publik bervariasi. Untuk tiket opening ceremony misalnya. Harga paling murah dipatok di angka 12 ribu Yen atau sekitar Rp 1,58 juta!

Sementara, tiket pertandingan yang paling murah adalah cabang olahraga lari marathon. Untuk menyaksikan event yang berlangsung di Odori Park, Sapporo, penonton harus merogoh kocek senilai 2500 Yen (Rp 330 ribu). (YMP)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.