Peringati Hari Lingkungan Hidup, Siswa SMKN 6 Malang Tanam Pohon Pulai

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Siswa SMKN 6 Malang Tanam Pohon Pulai
(Siswa siswi SMKN 6 Malang melakukan kegiatan tanam pohon dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia, Sabtu (5/6). Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)
Rolasnews.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, siswa siswi SMK Negeri 6 Malang yang tergabung dalam ekstrakuriler Eco Smart menggelar aksi tanam pohon sekaligus konservasi tanaman langka pohon Pulai (Alstonia scholaris). Sebanyak 50 pohon Pulai ditanam dikawasan Panglima Sudirman 104, kecamatan Blimbing.

Salah satu siswa kelas 10 SMKN 6, Vivi Nur Kulaidah, mengatakan, setiap kali ada moment peringatan yang berhubungan dengan lingkungan, para siswa yang tergabung dalam ekstrakuriler Eco Smart selalu melakukan aksi. Terlebih SMKN 6 merupakan salah satu sekolah Adiwiyata Mandiri.

“Contohnya, seperti hari ini kami menanam pohon Pulai untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia,” ucapnya, Sabtu (5/6).

Read More

Dipilihnya pohon Pulai untuk ditanam dalam acara kali ini, lebih kepada nilai manfaat yang bisa diperoleh dari tanaman tersebut bagi lingkungan. Selain untuk penghijauan, tanaman Pulai juga bisa dimanfaatkan sebagai pengendali hama dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika bisa merawatnya.

Namun sayangnya, menurut Vivi, banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat pohon Pulai dan menganggapnya sebagai tanaman liar.

“Bahkan di kalangan masyarakat ada yang beranggapan bahwa pohon Pulai sebagai tempat tinggal hantu, sehingga tidak jarang mereka justru menebangnya. Anggapan ini yang kemudian harus kita luruskan,” ujarnya.

Vivi Nur Kulaidah
(Vivi Nur Kulaidah, siswi SMKN 6 Malang. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)

Senada, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, DUDI, dan Pendidikan Lingkungan Hidup, Dr. R. Fatah Nasikh A., M.Pd., Adv.Dipl.Man.(H.R), juga menilai bahwa saat ini memang perlu adanya konservasi beberapa jenis tanaman pohon baik yang produktif berbuah maupun yang tidak. Salah satunya adalah pohon Pulai yang memiliki karakteristik yang cocok untuk penghijauan wilayah perkotaan.

“Jadi saat ini tanaman Pulai masih cukup langka di Indonesia. Sentranya sendiri ada di Malang dan Kediri,” jelasnya.

Dijelaskan Fatah, selain daunnya yang rindang, salah satu keunggulan pohon Pulai adalah jenis perakaran pohonnya yang merupakan akar tunggang sehingga jika ditanam tidak akan merusak bangunan disekitarnya. Bukan hanya, itu dalam dunia pertanian pulai ini sebenarnya juga bisa dikembangkan untuk salah satu alternatif tanaman pengendali hama.

“Selain Pulai, tanaman produktif atau tidak produktif lainnya yang keberadaannya semakin langka juga harus mendapatkan perhatian karena kekayaan plasma nutfa di Indonesia sekarang terancam tergerus karena semakin sedikitnya lahan hutan di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait peringatan Hari Lingkungan Hidup, Fatah mengaku bangga siswa siswinya selalu aktif melakukan aksi dalam setiap even yang berhubungan dengan lingkungan.

Menurutnya, sebagai generasi muda, mereka masih membutuhkan sosialisasi berupa perhatian khusus pada hal-hal yang bersifat spesifik dan penting agar bisa menjadi landasan pikir sekaligus landasan tindak bagi mereka kedepannya.

Baca Juga :

Pokja Minjel Paring, Kolaborasi Sekolah dan Wali Murid Dukung Program Adiwiyata di SDN Rangkah VI/168 Surabaya

Peduli terhadap lingkungan tidak boleh hanya sebatas di dalam lingkungan sekolah saja, tetapi juga di tengah masyarakat. Sehingga dalam kegiatannya, mereka kerap dilibatkan untuk mengedukasi masyarakat tentang lingkungan.

“Mereka sekarang masih terus belajar sehingga kita perlu terus menanamkan kesadaran lingkungan hidup sejak dini. Hal ini penting bagi generasi muda karena mereka inilah yang nantinya akan menggantikan kita,” tuturnya.

Kegiatan menanam pohon
(Kegiatan peduli lingkungan merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang di SMKN 6 Malang. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)

Lebih dalam Fatah menyebutkan, sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri, SMKN 6 terus berupaya mengajak para siswanya untuk peduli lingkungan, diantaranya dengan mendirikan ekstrakurikuler eco smart guna memperkuat konsep-konsep pelestarian serta konsep pendidikan lingkungan hidup.

“Kami juga memberikan wadah pendidikan lingkungan hidup bagi para siswa berupa bank sampah yang kemudian bertransformasi menjadi sampah mart,” sebutnya.

“Kami juga selalu bersinergi dengan Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI Astra) terkait program-program lingkungan,” tandasnya. (ANC)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *