Dalam 24 Jam India Catat Lebih Dari 4.000 Kematian Akibat Virus Corona

  • Whatsapp
Dalam 24 Jam India Catat Lebih Dari 4.000 Kematian Akibat Virus Corona
(Korban terus bertumbangan akibat melonjaknya kasus positif COVID-19 di India. Photo Courtesy : Getty Images)
Rolasnews.com – Tsunami COVID-19 India semakin tak terkendali. Otoritas setempat mencatat lebih dari 4.000 kematian akibat virus corona  dalam sehari akhir pekan ini. Sementara itu dilaporkan juga lebih dari 401 ribu kasus baru corona dalam 24 jam terakhir. Rumah sakit tanpa henti menerima pasien baru yang terus berdatangan.

Dilansir Reuters, Sabtu (8/5) data terbaru otoritas India menyebutkan sekitar 4.187 kematian akibat virus corona tercatat di berbagai wilayah negara itu, dalam 24 jam terakhir.

Angka ini mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kematian akibat corona dalam sehari di India. Dengan tambahan tersebut, total kematian akibat corona India telah mencapai 238.270 orang.

Read More

Total kasus corona di India saat ini mencapai 21,9 juta kasus. India masih menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan total kasus corona terbanyak setelah Amerika Serikat yang sejauh ini mencatat total 32, 6 juta kasus.

Data terbaru Kementerian Kesehatan India melaporkan bahwa 401.078 kasus corona tercatat dalam 24 jam terakhir.

Dikabarkan sebelumnya bahwa India mencatat tambahan 1,57 juta kasus corona hanya dalam sepekan terakhir di berbagai wilayahnya.

Menurut para pakar medis setempat, angka tersebut bisa saja lebih besar dari data yang telah dirilis. Gelombang kedua corona di India diperkirakan akan terus mengalami lonjakan kasus hingga akhir Mei mendatang. Ini bukan lagi menjadi masalah lokal saja, tetapi sudah menjadi ancaman global yang serius.

Tsunami COVID-19 di India Kian Mengerikan

Virus corona kini berganti menyebar dengan sangat cepat di wilayah-wilayah terpencil. Setalah  situasi di kota-kota besar seperti New Delhi dan Mumbai mulai stabil, dengan pasokan oksigen tambahan telah disalurkan dan tempat tidur baru di rumah sakit mulai tersedia, giliran Kalkuta, kota utama di Benggala Barat dilaporkan mengalami kekurangan pasokan oksigen medis dan tempat tidur pasien.

Lonjakan kasus di wilayah Kalkuta tersebut semakin menjadi-jadi setelah gelaran pemilu daerah yang diwarnai kampanye besar-besaran oleh Perdana Menteri Narendra Modi serta rival politiknya Mamata Banarjee.

Di Karnataka seumlah pasien dikabarkan meninggal karena tak mendapat pasokan oksigen. Kota ini bahkan memberlakukan lockdown lokal selama dua pekan guna mengendalikan laju penyebaran virus corona. (AZP)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *