Gandeng Ulama, Pemkot Malang Minta Masyarakat Patuhi Kebijakan Pemerintah Tentang Pelarangan Mudik

Gandeng Ulama, Pemkot Malang Minta Masyarakat Patuhi Kebijakan Pemerintah Tentang Pelarangan Mudik
(Forum silaturahmi Pemkot Malang dengan Forkopimda, MUI serta tokoh agama di Kota Malang terkait kebijakan pemerintah meniadakan mudik tahun ini. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)
Rolasnews.com – Bertempat di Gedung Bersama block office lantai empat Balaikota Malang, forum silaturahmi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan Ulama kembali digelar. Forum ini dihadiri langsung Walikota Malang Drs. H. Sutiaji dan Ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Malang KH Baidowi Muslich, serta Forkopimda dan tokoh agama yang ada di Kota Malang.

Walikota Malang, Sutiaji, dalam sambutannya mengatakan komitmen berbagai pihak dan tokoh diperlukan untuk menjadi contoh bagi masyarakat dan umat. Terlebih kaitannya dengan Adendum SE nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik, perlu adanya edukasi dan anjuran tidak hanya dari pemerintah, tapi juga ulama.

Karenanya, orang nomer satu di Pemerintahan Kota Malang ini meminta kepada seluruh tokoh untuk bersama-sama mengawal apa yang telah diintruksikan pemerintah pusat terkait pelarangan mudik.

Read More

“Silaturohim memang menjadi anjuran agama. Akan tetapi ketika nanti justru akan menimbulkan mafsadah atau kemudaratan yang membawa kepada kerusakan, maka silaturohim bisa dilakukan melalui media-media lainnya,” ujarnya, Rabu (5/5).

Dikatakan Sutiaji, kebijakan terkait pelarangan mudik tersebut dipilih pemerintah supaya kasus Tsunami COVID-19 di India tidak terjadi di Indonesia. Apalagi menurutnya, saat ini sudah ada kasus mutasi COVID-19 di Indonesia.

“Tadi ada PT KAI yang datang silahturohim audiensi dengan kami, ternyata sudah ada lonjakan yang luar biasa pemudik yang curi start. Bahkan diprediksi sudah ada 7 juta yang sudah mudik. Maka bagaimana sikap kita, kita sampaikan kepada masyarakat bahwa tetap kita pakai protokol covid, mereka harus mengisolasikan diri dulu” ucapnya.

Peniadaan Mudik, Polri Tambah Penyekatan Jadi 381 Titik

Lebih lanjut disampaikan Sutiaji, guna menjaga protokol kesehatan, pihaknya telah meniadakan gelaran open house. Termasuk pelarangan takbir keliling yang kerap dilakukan saat malam Idul Fitri.

“Kami juga memohon, kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang dan seluruh tokoh agama berbagai ormas untuk memberikan himbauan kepada umatnya agar melaksanakan ibadah di tempat terdekat dengan rumah masing-masing sehingga tidak ada mobilitas orang. Tidak harus beribadah di masjid besar, tapi cukup ditempat ibadah terdekat,” tuturnya.

Sementara itu Ketua MUI Kota Malang KH Baidlowi Muslich dalam kesempatan silaturahmi tersebut mendoakan supaya wabah virus corona segera diangkat, serta agar masyarakat tetap semangat untuk menuntaskan ibadah puasa.

“Pemerintah telah membuat berbagai kebijakan di dalam pandemi ini, tidak lain semua itu adalah untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara. Karenanya, kami dari para ulama dan umaro mengikuti apa yang telah menjadi kebijakan dari pemerintah kami,” tutupnya. (ANC)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.