Peluang Menjanjikan Usaha Budidaya Ikan Koi

  • Whatsapp
Peluang Menjanjikan Usaha Budidaya Ikan Koi
(Devin Kurniawan (kiri) dan Sin. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)
Link Banner
Rolasnews.com – Beternak ikan Koi sebenarnya menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk ditekuni. Pasalnya, selain corak warnanya yang indah, ikan dengan nama latin Cyprinus carpio ini juga dianggap oleh sebagian orang mampu mendatangkan hoki bagi pemiliknya. Karenanya tidak heran jika ikan Koi hingga saat ini masih banyak diburu para pecinta ikan hias, termasuk di masa pandemi.

“Di musim pandemi pembelinya memang sedikit berkurang, karena even kontes Koi juga berkurang. Tapi Alhamdulillah tetap saja ada yang beli,” ucap salah satu peternak ikan Koi, Devin Kurniawan, saat ditemui di rumahnya yang berlokasi di jalan Titan Asri, kota Malang, beberapa waktu yang lalu.

Diceritakan Devin, ia sudah menggeluti usaha budidaya ikan Koi sejak tiga tahun lalu.

Read More

Menurutnya, peluang usaha budidaya ikan Koi memang cukup bagus, apalagi untuk cuaca di wilayah Malang yang memiliki suhu udara yang dingin. Meskipun sebenarnya udara dingin juga menjadi salah satu faktor resiko bagi ikan Koi yang bisa menyebabkan ikan Koi menjadi stres.

“Makanya ikan yang sudah pernah transit atau bertahan hidup di Malang ini biasanya sudah aman mau ditaruh di daerah mana saja. Bahkan kami sudah pernah mengirim ke daerah Padang, Palembang, Kalimantan, Jakarta, Bandung dan mereka tidak ada yang komplain,” ujarnya.

Terkait harga, disampaikan Devin, tergantung pada kualitas dan ukuran ikan masing-masing. Mulai dari kualitas kelas pasar, grade B, grade A hingga grade SQ atau kelas kontes. Untuk ikan Koi kelas kontes biasanya akan ramai pembeli pada saat mendekati gelaran even kontes ikan Koi.

“Harganya mulai puluhan ribu untuk kelas pasar, sampai jutaan rupiah untuk ikan Koi kelas kontes. Tergantung kualitas dan ukuran ikan. Semua ada pasarnya masing-masing,” sebutnya.

“Ikan-ikan ini biasanya mulai dari kecil sudah kita seleksi atau kualifikasikan berdasarkan kualitas,” imbuhnya.

Lebih lanjut pemilik akun IG devakoi_malang ini mengatakan, untuk memastikan ikan Koi yang ia kirim sampai dengan selamat ke tangan konsumen, Devin mengaku harus mengkarantina ikan-ikannya sebelum dikirim dengan cara tidak memberinya pakan selama beberapa hari. Tujuannya supaya kotoran ikan habis semua, karena ditakutkan ketika dalam perjalanan ikan mengeluarkan kotoran yang bisa menjadi amoniak sehingga berbahaya bagi ikan itu sendiri.

“Sebelum dikirim, ikannya kita karantina dulu di wadah lain. Kita puasakan ikannya tidak diberikan makan selama 1-2 minggu,” ungkapnya.

Setelah itu, Devin menambahkan, ikan dikirim dalam posisi tidak diberi makan dan mampu bertahan maksimal 48 jam di dalam kantong plastik yang sudah diisi air dan oksigen.

Untuk pengiriman ke luar Jawa seperti ke Kalimantan, Sulawesi, Sumatera biasanya memakai jasa travel khusus menggunakan pesawat. Sedangkan untuk pengiriman ke daerah Jogja, Bandung, Jakarta, bisa memakai travel kereta api.

Ikan Koi yang dibudidayakan Devin
(Aneka jenis ikan Koi yang dibudidayakan Devin Kurniawan. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)

Masker Jadi Peluang Usaha di Masa Pandemi COVID-19

Sementara itu peternak ikan Koi lainnya, Sin, mengatakan, dibandingkan ikan hias lainnya, ikan Koi sebenarnya termasuk ikan yang mudah mati. Sehingga penjual harus sangat berhati-hati dalam memberikan perlakuan sebelum ikan dikirim.

“Kita jual ikan juga cari nama dan cari pelanggan. Kalau ikan kita mudah mati, otomatis orang pasti tidak akan beli ikan ke kita lagi,” ucapnya. Jadi penjual harus memberikan garansi bahwa ikan sampai ke konsumen dalam keadaan hidup. Setelah itu sudah menjadi urusan pembeli,” terangnya.

Karena itu menurut Sin, proses karantina memang wajib dilakukan sebelum ikan dikirim. Begitu juga dengan pembeli, ketika ikan sudah mereka terima, sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam kolam, tapi perlu dikarantina dulu selama beberapa hari supaya ikan bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Caranya, sebelum dimasukkan ke kolam, sebaiknya ikan ditaruh di wadah karantina bisa berupa akuarium atau ember. Suhunya juga harus disesuaikan dengan tempat yang baru dan tidak perlu diberi makan. Untuk menyamakan suhunya, ikan yang masih berada di dalam plastik bisa diletakkan di wadah karantina yang sudah berisi air bersama dengan plastiknya, selama satu jam. Kemudian baru ikan dikeluarkan dari plastik dan boleh dimasukkan ke dalam wadah karantina.

“Setelah tiga hari dikarantina, kalau kondisi ikan sehat-sehat saja, baru bisa dimasukkan ke dalam kolam,” tutupnya. (ANC)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *