PPKM Mikro di Kota Malang, Bentuk Posko Hingga Pasang Bendera Zonasi

  • Whatsapp
PPKM Mikro di Kota Malang, Bentuk Posko Hingga Pasang Bendera Zonasi
(Rapat koordinasi PPKM Mikro di wilayah Kota Malang, yang digelar di Aula Polrestas Malang Kota, Sabtu (13/2). Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)
Rolasnews.com – Guna menekan penyebaran COVID-19 sekaligus sebagai tindak lanjut atas instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro, Pemkot Malang bersama TNI POLRI tak hanya membentuk Posko PPKM Mikro di tingkat kecamatan saja, namun hingga di level RT. Selain itu, Satgas COVID-19 juga memasang bendera zonasi sesuai warna kategori di masing-masing RT.  

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, mengatakan, nantinya selain Posko PPKM Mikro di tingkat Kecamatan, juga ada posko di tingkat kelurahan, RW, hingga RT.

“Kita sudah menyepakati sampai dengan teknis terkait pembentukan posko PPKM Mikro, dan ini sudah terbentuk. Jadi nanti ada 5 posko kecamatan sebagai pengendali, 57 posko kelurahan sebagai pendamping dan posko 100 posko Kampung Tangguh Semeru. Kemudian ada juga posko di masing-masing RW dan RT,” sebutnya dalam rapat koordinasi PPKM Mikro di wilayah Kota Malang, yang digelar di Aula Polrestas Malang Kota, Sabtu (13/2).

Read More

Menurutnya, posko-posko tersebut berfungsi sebagai pencegahan dengan melakukan sosialisasi atau bisa dengan membagikan masker. Fungsi selanjutnya adalah penanganan dengan memperkuat memperkuat tracing dan tracking.

Lebih lanjut dikatakan Leo, satgas COVID-19 nantinya juga akan memasang bendera zonasi di masing-masing wilayah RT sesuai dengan kategori warna zonasi agar warga sekitar bisa tahu di daerahnya saat ini sedang berada dalam zona apa.

“Kalau zonanya hijau, kita pasang bendera hijau. Begitu juga dengan zona kuning, orange, termasuk pula kalau zona tersebut berada dalam zona merah kita pasang bendera merah,” sebutnya.

Patokannya sekarang bukan hanya per rumah, tetapi jumlah orang yang terkonfirmasi positif dalam satu RT.

“Jadi kalau warganya dalam satu RT itu ada 10 orang lebih yang positif, maka kita masukkan wilayah tersebut dalam kategori zona merah dan kita pasang bendera merah di gang masuk RT. Termasuk jika ada warganya yang di rawat di rumah sakit, itu tetap dihitung dalam domisili wilayah tersebut,: terangnya.

“Kemudian tamu yang bermalam juga harus wajib lapor dan harus membawa surat keterangan swab atau antigen dengan hasilnya negatif. Jadi memang lebih ketat,” tandas Kapolresta.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata
(Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)

Kriteria zonasi tersebut merujuk pada inmendagri yakni termasuk zona hijau jika 0 kasus positif. Dikatakan zona kuning jika terdapat 1-5 kasus positif. Selanjutnya dikatakan zona orange jika terdapat 6-10 kasus positif dan termasuk zona merah jika terdapat 10 lebih kasus positif.

Polda Jatim Kerahkan 6.043 Personil Bhabinkamtibmas Bantu PPKM Mikro

Sementara itu Walikota Malang, Sutiaji, yang turut hadir dalam rapat tersebut mengaku sangat mengapresiasi gerak cepat dari semua jajaran dalam menekan penyebaran COVID-19.

“Kami apresiasi gerak cepat dari semua jajaran karena sesungguhnya yang dikehendaki dari PPKM Mikro ini supaya mitigasinya dimulai dari bawah. Jadi pusat perbelanjaan tetap berjalan, toko, pasar, cafe tetap jalan karena mitigasinya dari bawah sehingga pengetatannya memang dari RT RW sebab lalulintas orang melalui RT RW,” ucapnya.

“Kalau ada orang yang datang bukan orang Kota Malang, harus segera ditanyai,” tegasnya.

Sutiaji menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada para camat agar segera dirapatkan di masing-masing kelurahan terkait kesiapan mereka.

“Camat dan lurah juga harus bekerjasama dengan puskesmas masing-masing karena Pak Camat harus bisa memantau terus wilayahnya, karena kalau kita lengah sebentar maka kita akan kecolongan,” pungkasnya. (ANC)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *