Geliat Kegiatan IKARHOLAZ di Tengah Adaptasi Era Pandemi (I)

Geliat Kegiatan IKARHOLAZ di Tengah Adaptasi Era Pandemi (I)
(Program rutin IKARHOLAZ banyak terhenti akibat situasi kurang kondusif di masa pandemi COVID-19. Foto : Dok Rolasnews)

Oleh : Novy Cuk Lanang*

Rolasnews.com – Sudah hampir 8 bulan dunia menghadapi pandemi COVID-19. Hampir semua negara melakukan pembatasan aktivitas sosial maupun fisik yang mengakibatkan banyak perubahan di segala sektor kehidupan. Ekonomi global pun melemah karena aktivitas ekonomi dari semua lapis masyarakat menjadi terbatas.

Beberapa dampak negatif dari pembatasan ini di antaranya pendapatan masyarakat menurun, banyaknya PHK, terhambatnya bisnis baik yang skala kecil, menengah maupun besar.

Selain itu di bidang kesehatan juga menjadi kewalahan karena tenaga medis yang mulai berguguran satu persatu, rumah sakit penuh, penurunan tingkat kesehatan fisik dan mental masyarakat akibat krisis.

Read More

Tak kalah terdampaknya, untuk beberapa organisasi non profit, komunitas, dan lembaga-lembaga sosial juga terkena imbas, dipaksa putar otak, mengubah planning kegiatan yang akan dilaksanakan. Pun yang dialami sebagian besar pengurus Ikatan Alumni SMPN 12 Surabaya (IKARHOLAZ). Dampak paling terlihat adalah dibatalkannya program Sarasehan Narkoba yang dijadwalkan bulan April 2020.

“Padahal persiapan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut sudah cukup menguras waktu dengan pihak sekolah. Bahkan panitia juga telah menjalin kerjasama dengan sponsor.” kata Rachmad Ciptadi, ketua program Sarasehan.

Rachmad yang lulus tahun 92, adalah seorang lawyer. Ia juga merupakan salah satu pendiri Rolas Rider.

Kondisi global yang tidak menentu, kurang stabil, bahkan semakin tidak kondusif berkegiatan setelah sekian hari, bahkan bulan, jumlah positif covid terus bertambah signifikan, berimbas pula ke aktivitas harian pengurus. Tak ayal membuat roda organisasi mandeg jleg. Praktis tak ada wacana kegiatan pasca lebaran.

“Menghormati upaya anggota pengurus dalam menyelamatkan keluarga masing-masing,” jawab Ari Pribawanto, Ketua Umum IKARHOLAZ merespon ‘stag’nya aktivitas pengurus saat itu.

Baksos IKARHOLAZ
(Masa pandemi bukan berarti kegiatan IKARHOLAZ terhenti total. Namun lebih banyak diarahkan ke aktivitas bakti sosial. Foto : Dok Rolasnews)

Tenaga untuk IKARHOLAZ boleh berhenti, namun pikiran Cak Arry, sapaan ketum terus berputar. “Inovasi or die”. Inovasi apa yang harus dilakukan demi eksistensi organisasi yang terbilang muda ini. Bak bayi  merangkak langsung dihajar pandemi.

Beberapa pakar lantas dihubungi guna mencari terobosan. Diskusi intens dilakukan, baik japri maupun vidcall grup. Hasilnya seperti yang diinformasikan di website IKARHOLAZ.

Terjadi perombakan pengurus. Baik struktur maupun isinya. Alasanya agar lebih liat dan pesat dalam bekerja di tengah perubahan global yang terjadi. Belum lagi sisa periode yang tak lama lagi berakhir. Intinya agar organisasi bisa fokus dan gercep (gerak cepat, red) di 1 tahun sisa kepengurusan.

Setelah melakukan restrukturisasi “kabinet”, ketua umum bersama jajarannya menentukan program strategis yang perlu diwujudkan. Ketum membagi program kedalam 2 jenis, Strategis dan Generik.

Maksud strategis adalah program yang kemanfaatannya bisa dirasakan banyak pihak dan bisa diwariskan ke periode selanjutnya. Sedang generik adalah program yang diinisiasi oleh masing-masing bidang kepengurusan. Lebih bersifat general.

QRIS IKARHOLAZ Permudah Kontribusi untuk Pembangunan Masjid Al Ikhlas SMPN 12 Surabaya

Menurut penuturan Dwi Rahmawati, Wakil ketua, ada 3 Program strategis dan 1 program stimulus sebagai penjaga ghirah alumni terhadap IKARHOLAZ. Mayoritas program dirancang berbasis teknologi, bisa dijalankan di rumah mengikuti anjuran WFH pemerintahan.

“Memanfaatkan masa pandemi yang diperkirakan 1-2 tahun baru bisa normal. Dan perlu disegerakan agar pengurus berikutnya bisa siap melanjutkan dan mengembangkan,” ujar manajer di salah satu perusahaan logistik di Surabaya tersebut.

Rapat pengurus IKARHOLAZ via Zoom
(Rapat pengurus IKARHOLAZ melalui aplikasi Zoom beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut banyak didiskusikan kegiatan IKARHOLAZ di masa pandemi. Foto : Ist)

Sebenarnya program-program strategis sudah dikerjakan dari akhir Agustus, beberapa adalah merestart proses sebelumya. Namun waktu dan SDM tetap menjadi kendala utama sehingga pekerjaan dirasa makan waktu lama, disamping bobot program yang memang berat.

“Betapa susah mencari tenaga yang bisa konsen mengerjakan secara maraton di tengah problem pandemi,” kata salah seorang pengurus bidang keanggotaan dan database.

“Harusnya hire vendor, tapi belum nemu yang bisa low budget,” sambungnya sambil ketawa penuh arti.

Bersyukur, saat ini proses pekerjaan banyak yang mendekati 90%. Ada yang sudah final tapi belum layak tayang. Masih harus trial sana-sini. Ada pula yang masih menunggu aproval provider. Apa saja program strategis yang tengah digarap. Nantikan reportase berikutnya. (*)

*Penulis merupakan alumni SMPN 12 Surabaya lulusan 1993. Saat ini berprofesi sebagai web developer dan beralamat di novi.my.id.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *