Walikota Sutiaji Apresiasi Album Perdana Aviwkila ‘Lahir’

Walikota Sutiaji Apresiasi Album Perdana Aviwkila 'Lahir'
(Aviwkila membawakan salah satu lagu andalan saat merilis album perdana mereka, ‘Lahir’, di Istana Boneka, Minggu (5/7). Foto : ANC/Rolasnews)
Rolasnews.com – Meskipun masih berada dalam kondisi pandemi COVID-19, namun duo grup musik asal Malang, Aviwkila, yang digawangi Thana Ajeng Purishita (Ajeng) dan Uki Daud rupanya ingin tetap menghadirkan karya-karya terbaiknya. Terinspirasi dari berbagai pengalam pribadi mereka berdua, jebolan ajang pencarian bakat Rising Star 2014 ini akhirnya berhasil meluncurkan album perdana Aviwkila yang bertajuk ‘Lahir’.

Ajeng menceritakan, lagu ‘Lahir’ yang juga menjadi nama album perdana mereka tersebut, diciptakan pada saat Ajeng dan Uki dikaruniai anak pertama.

“Lagu ‘Lahir’ kami ciptakan saat anak pertama kami lahir. Jadi lagu ini adalah lagu yang mewakili perasaan dan doa untuk anak kami agar menjadi orang yang baik, yang benar dan bisa membahagiakan banyak orang. Mungkin  itu juga yang kita harapkan untuk album perdana ini,” kisahnya saat peluncuran album perdana Aviwkila di Istana Boneka, Minggu (5/7).

Read More

Dikatakan Ajeng, dalam album perdana Aviwkila tersebut berisikan 7 buah lagu. Yaitu ‘Melihat Kamu’, ‘Kekal’, ‘Lahir’, ‘Jangan Marah Dulu’, ‘Doa Untuk Kamu’, ‘Apa Kabar Mantan’, ‘Jangan Takut Bermimpi’ serta Bonus Track: Jingle Song ‘Istana Boneka’ (Akustik).

“Untuk materi lagunya sendiri sebenarnya sudah nabung sekian tahun mulai tahun 2015, dan ada tambahan tiga lagu baru,” ujar Ajeng.

Diakui Uki, keberhasilan Aviwkila dalam meluncurkan album perdananya yang berjudul ‘Lahir’ tersebut tidak terlepas dari kerjasamanya dengan Istana Boneka (Isbon) yang merupakan produsen boneka asli Malang.

“Bekerjasama dengan Isbon seperti mimpi. Kami memang ada target membuat album di tahun ini. Tapi bukan secepat ini di bulan ini,” tuturnya.

“Tiba-tiba saja kayak Tuhan sengaja mempertemukan saya dengan orang yang tepat yaitu Ibu Susan owner Isbon,” imbuhnya.

Sementara itu pemilik Isbon, Susan, mengaku dirinya mantap bekerjasama dengan Aviwkila karena ia menilai Ajeng dan Uki merupakan pasangan suami istri yang mempunyai semangat dan potensi yang sangat luar biasa.

“Saya melihat Aviwkila ini punya semangat yang luar biasa. Tidak menyerah dan ingin memberikan suatu inspirasi bagi penyanyi lainnya dan yang berkecimpung di dunia hiburan,” terangnya.

Oleh sebab itu, ia menambahkan, album ini diluncurkan di tengah masa pandemi untuk menginspirasi semua pihak agar terus berkarya.

Rilis Film Mulan Kemungkinan Ditunda Lagi

Sementara itu, Walikota Malang, Sutiaji, yang turut hadir dalam peluncuran album tersebut, sangat mengapresiasi album perdana Aviwkila.

“Kami berikan apresiasi karena sesungguhnya Malang menjadi ukuran belantika musik Indonesia dan internasional. Kehadiran kami kesini juga untuk memberikan dukungan kepada mereka berdua,” jelasnya.

Menurutnya, orang sukses pasti jalannya juga berliku, termasuk Aviwkila juga tidak mungkin tiba-tiba menjadi seperti sekarang ini.

Foto Bersama Aviwkila, Susan, Sutiaji dan Istri
(Foto bersama Aviwkila, pemilik Istana Boneka, Susan, serta Walikota Malang, Sutiaji beserta istri. Foto : ANC/Rolasnews)

Dikatakan Sutiaji, jika ingin menjadi orang sukses setidaknya ada tiga syarat.  Pertama adalah keyakinan, dimana idealisme itu bisa dibangun dan bisa dilaksanaka ketika seseorang meyakini bahwa apa yang dilakukannya itu benar. Selanjutnya yang kedua adalah memahami cara dan strategi yang tepat untuk menetapkan kira-kira segmen pasar seperti apa yang akan disasar.

Ketiga adalah pantang mundur dan terus semangat.

“Tiga hal ini saya kira bisa dilaksanakan dan bisa menjadi motivasi bagi kita semua. Bagaimana pun kondisinya, siapa pun yang melaksanakannya, Insyaallah itu akan membawa sebuah keberhasilan,” katanya.

“Inilah anak bangsa, kita doakan agar Aviwkila bisa mendunia dan go internasional,” pungkas Walikota Sutiaji. (ANC)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.