Rolasnews.com – Enam stasiun televisi (TV) dengan rating tertinggi di Chili secara resmi mengajukan gugatan terhadap Google di Tribunal de Defensa de la Libre Competencia (TDLC), Rabu (6/5/2026). Mereka menuduh raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu melakukan praktik monopoli dan menyalahgunakan posisi dominan di pasar mesin pencari serta periklanan digital.
Asosiasi Nasional Televisi Chili (Anatel) yang mewadahi para stasiun tersebut menyatakan, praktik Google menyebabkan penurunan pendapatan signifikan bagi industri media tradisional.
Menurut Anatel, Google menguasai akses audiens dan iklan digital, sehingga “menangkap nilai ekonomi dari konten jurnalisme yang diproduksi dan dibiayai oleh pihak lain tanpa menanggung tanggung jawab yang seharusnya”.
Stasiun yang terlibat adalah Canal 13, Televisión Nacional de Chile (TVN), Mega, Chilevisión (CHV), TV+, dan La Red. Lima stasiun pertama mengajukan gugatan secara terpisah, sementara La Red berperan sebagai pihak ketiga pendukung.
Para penggugat meminta TDLC untuk memeriksa apakah terdapat praktik anti-persaingan, menjatuhkan sanksi kepada Google, serta mengambil langkah-langkah konkret guna memulihkan persaingan yang sehat di pasar.
Gugatan ini dilatarbelakangi oleh kesulitan finansial yang dialami media akibat dominasi platform digital.
Presiden Anatel, Pablo Vidal, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari tren global di mana media di berbagai negara berupaya melawan ketidakseimbangan kekuasaan dengan platform teknologi besar.
Gugatan ini melengkapi tuntutan serupa yang sebelumnya diajukan oleh kelompok media cetak seperti Copesa (pemilik La Tercera dan La Cuarta) pada 2024.
Hingga berita ini diturunkan, Google belum memberikan komentar resmi karena belum menerima pemberitahuan formal dari pengadilan. Kasus ini kini berada di tangan TDLC untuk proses penyelidikan lebih lanjut.






