Rolasnews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Antonio Tajani mengecam kritik terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Paus Leo XIV. Tajani menyatakan bahwa serangan terhadap pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut “tidak dapat diterima” dan “tidak membantu upaya perdamaian”.
Dalam unggahan di platform X, Tajani menyatakan solidaritas penuh dengan Paus Leo XIV.
“Serangan terhadap Bapa Suci @Pontifex_it, kepala dan pemimpin spiritual Gereja Katolik, tidak dapat diterima dan tidak membantu perdamaian,” tulisnya.
Tajani menambahkan bahwa kata-kata dan tindakan Paus justru mempromosikan dialog, penghargaan terhadap kehidupan manusia, serta kebebasan. Nilai-nilai yang juga menjadi prioritas diplomasi pemerintah Italia.
🇮🇹 MFA @Antonio_Tajani has condemned recent attacks targeting Pope Leo, stating they are “neither shareable nor useful to the cause of peace.”
🏛️ The Italian foreign minister reaffirmed strong institutional backing for the Pontiff, emphasizing that the Pope’s words and actions…
— Emanuele Rossi (@de_f_t) May 5, 2026
Pernyataan Tajani muncul sebagai respons atas tudingan Trump dalam wawancara dengan pembawa acara radio Hugh Hewitt. Trump menuduh Paus “membahayakan banyak umat Katolik” karena dianggap membolehkan Iran memiliki senjata nuklir.
Kontroversi ini menjadi eskalasi terbaru ketegangan antara Gedung Putih dan Vatikan.
Sebelumnya, Paus Leo XIV sempat mengkritik perang AS-Israel terhadap Iran. Perselisihan tersebut terjadi menjelang pertemuan yang direncanakan antara Paus Leo XIV dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Vatikan.




