Rolasnews.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menduga telah terjadi penularan hantavirus antarmanusia di kapal pesiar Hondius yang kini berlabuh di lepas pantai Cape Verde, Samudra Atlantik.
Tiga penumpang kapal tersebut telah meninggal dunia akibat dugaan wabah ini. Korban merupakan pasangan lansia asal Belanda dan satu warga negara Jerman. WHO saat ini mencurigai total tujuh kasus infeksi hantavirus di kapal itu, dengan pemeriksaan laboratorium masih berlangsung.
Epidemiolog WHO Maria Van Kerkhove menyatakan hal tersebut dalam konferensi pers di Jenewa, Selasa, (5/5/2026) waktu setempat.
“Hantavirus biasanya terkait paparan lingkungan, seperti kontak dengan urine atau feses tikus yang terinfeksi,” kata Van Kerkhove, sebagaimana dikutip dari pernyataan WHO di platform X.
Namun, ia menambahkan bahwa transmisi antarmanusia mungkin terjadi pada varian Andes yang dicurigai dalam kasus ini.
Menurut WHO, rantai infeksi kemungkinan dimulai dari pasangan lansia Belanda yang mungkin telah terinfeksi sebelum naik kapal. Banyak penumpang dilaporkan mengikuti aktivitas pengamatan satwa liar selama pelayaran.
Van Kerkhove tidak menutup kemungkinan infeksi terjadi di ruang tertutup kapal atau akibat paparan rodent di pulau-pulau yang dikunjungi.
Hantavirus latest: The UN World Health Organization (WHO) says human-to-human transmission aboard cruise ship in Atlantic Ocean cannot be ruled out, although it is rare. Seven of 147 passengers and crew have fallen ill and three have died. https://t.co/mY3ZwGQGsW pic.twitter.com/VhCVHzAvk6
— UN News (@UN_News_Centre) May 5, 2026
Operator kapal, Oceanwide Expeditions asal Belanda, menegaskan tidak ada tikus di dalam kapal Hondius. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Argentina menuju Cape Verde ketika penumpang dilaporkan jatuh sakit.
Belanda, negara yang benderanya dipasang di kapal tersebut, memimpin upaya evakuasi penumpang dan awak yang tersisa. Kementerian Luar Negeri Belanda menyatakan tiga orang yang sakit, termasuk satu warga negara Belanda, akan dievakuasi dan diterbangkan ke negara asal “secepat mungkin”.
Dua awak kapal juga dilaporkan membutuhkan bantuan medis mendesak. Hingga kini, tidak ada kasus baru yang dilaporkan.
Diskusi sedang berlangsung dengan otoritas Spanyol untuk memungkinkan kapal berlabuh di Kepulauan Canary. Namun, Kementerian Kesehatan Spanyol membantah pernyataan tersebut melalui X, dengan menyatakan keputusan lebih lanjut. Termasuk repatriasi dan rute kapal, akan ditentukan setelah skrining medis dilakukan terhadap seluruh orang di kapal.
Hantavirus
Hantavirus dapat menyebabkan demam dan penyakit pernapasan berat pada manusia. Infeksi biasanya terjadi melalui inhalasi debu yang tercemar urine, kotoran, atau air liur rodent yang terinfeksi, maupun melalui gigitan.
Penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, menurut WHO. Oleh karena itu, kasus wabah di kapal pesiar termasuk tidak biasa atau sangat jarang terjadi.
Pihak berwenang Belanda bekerja sama dengan operator kapal, otoritas Cape Verde, dan negara-negara asal penumpang lainnya untuk menangani situasi ini.





