Gelar Unjuk Rasa, Mahasiswa UIN Desak Kampus Potong UKT Hingga 50 Persen

Unjuk Rasa Mahasiswa UIN
(Aksi unjuk rasa mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di depan kampus, Minggu (28/6). Foto : ITO)
Rolasnews.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus, Minggu (28/6). Dalam aksinya, mahasiswa UIN tersebut mendesak rektor memotong Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga 50 persen.

Tuntutan para mahasiswa ini didasari karena selama masa pandemi, perkuliahan lebih banyak melalui daring. Sehingga mereka tak lagi bisa mengakses segala fasilitas penunjang pendidikan di kampus.

Sebelumnya, rektor UIN mengeluarkan kebijakan pengurangan UKT hanya sebesar 10 persen. Namun kebijakan ini ditentang mahasiswa. Mereka mendesak pihak rektorat mengurangi biaya UKT hingga separuhnya.

Read More

“Kami berharap ada pengurangan UKT sampai 50 persen,” ungkap Toni salah satu peserta aksi unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa mahasiswa UIN berlangsung selama beberapa hari yang dimulai sejak Selasa (23/6) lalu. Mereka mengusung tagline “7 hari 7 tuntutan”, yakni setiap hari mereka menyerukan satu tuntutan.

Tujuh tuntutan tersebut adalah :

  1. Mendesak rektor untuk merevisi Surat Edaran Nomor 2041/Un.3/KU.01.1/06/2020 tentang mekanisme keringanan UKT dengan pemotongan atau keringanan UKT sebesar minimal 50% serta penyederhanaan persyaratan sesuai dengan KMA.
  2. Mendesak kampus untuk mempublikasikan kuota mahasiswa yang mendapat keringanan UKT.
  3. Mendesak rektor untuk membebaskan UKT mahasiswa akhir yang hanya menginput skripsi.
  4. Menuntut rektor untuk membuat kebijakan terkait penyelarasan model pembelajaran kuliah daring pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021.
  5. Menuntut rektor untuk mengalokasikan dana UKT mahasiswa dalam bentuk subsidi kuota untuk pembelajaran daring semester ganjil tahun ajaran 2020/2021.
  6. Mendesak rektor untuk segera menerbitkan surat keputusan sistem ma’had (biaya Pengembangan Kelembagaan dan Pendidikan, red) selama pandemi.
  7. Menuntut rektor untuk mengembalikan uang ma’had bagi angkatan tahun 2019 dan pemotongan uang ma’had bagi mahasiswa baru 2020.

    Demo Desak Pengurangan UKT 50 Persen
    (Mahasiswa UIN Malang menolak pengurangan UKT yang hanya 10 persen karena di masa pandemi perkuliahan lebih banyak daring sehingga mereka tak bisa mengakses berbagai fasilitas kampus. Foto : ITO)

Penerimaan Mahasiswa Baru di Malang Disarankan Daring atau Portofolio

Meski sudah beberapa hari dilakukan beberapa tuntutan demo terkait UKT, namun belum ada kebijakann kampus yang memenuhi tuntutan mereka.

“Sampai hari ini belum ada aksi kampus untuk menambah potongan UKT,” tambah Toni saat ikut meneriakkan beberapa tuntutan ke rektor UIN.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut hanya sedikit mahasiswa UIN yang terjun ke lapangan. Aksi berlangsung tertib dengan menggunakan megafon dan juga beberapa tulisan terkait tuntutan. Karena masih dalam masa pandemi, para pelaku aksi juga tetap mengindahkan protokol kesehatan, yaitu jaga jarak minimal 1 meter dan menggunakan masker. (ITO)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *