Walikota Risma Minta Pedagang Surabaya Patuhi Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Walikota Risma Minta Pedagang Surabaya Patuhi Protokol Kesehatan
(Walikota Risma saat vidcon dengan para pedagang SWK se-Surabaya. Foto : Ist/Humas Pemkot Surabaya)
Rolasnews.com – Seusai menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi COVID-19, Walikota Surabaya Tri Rismaharini tak henti-hentinya melakukan sosialisasi di semua sektor melalui video teleconference (vidcon).

Seperti yang berlangsung kemarin, Rabu (17/06/2020), Wali Kota Risma menggelar pertemuan melalui vidcon bersama dengan para pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK) se-Surabaya. Dalam kesempatan itu, ia meminta agar para pedagang mematuhi protokol kesehatan yang sudah tertuang dalam perwali tersebut.

“Bapak ibu, saya mohon kerjasamanya untuk menjaga kesehatan panjenengan sedoyo (anda semua). Saya berharap ini jadi Sentra PKL Tangguh,” kata Walikota Risma.

Read More

Ia mengungkapkan, protokol kesehatan tersebut wajib dilaksanakan semua pedagang tanpa terkecuali. Di antaranya rajin mencuci tangan, jaga jarak dan mengenakan masker. Selain itu, walikota perempuan pertama di Kota Surabaya ini mengimbau kepada para pedagang agar lebih baik menggunakan face shield.

“Kalau bisa pakai face shield. Itu bisa bikin sendiri kalau beli pun harganya tidak mahal,” lanjut dia.

Pada kesempatan itu, Presiden UCLG Aspac ini juga berpesan, ketika saat berjualan kemudian terdapat pembeli yang melanggar protokol, maka pedagang wajib menegur. Namun, cara mengingatkannya juga dengan cara yang sopan.

“Tidak perlu takut meski pun pembeli adalah raja, kita wajib mengingatkan. Tapi dengan catatan dengan cara sopan dan halus. Jangan dibentak, nanti lari orangnya,” tegasnya.

Namun demikian, Walikota Risma benar-benar meminta agar para pedagang disiplin. Bahkan ia pun juga meminta mereka dapat menjaga kebersihan makananan yang dijual itu. Termasuk memberikan batas plastik antara pedagang dan pembeli. Ia berharap agar makanan yang dijual hanya dapat dipegang oleh penjual saja.

“Usahakan pembeli tidak menyentuh makanan yang bapak ibu jual. Jadi kita yang mengambilkan. Apalagi beberapa sentra PKL bayarnya sudah menggunakan single kasir,” tegasnya.

Pasar Tangguh di Surabaya Gunakan Nampan untuk Transaksi Jual Beli

Protokol yang dibuat oleh Walikota Surabaya ini rupanya didukung penuh oleh para pedagang. Salah satunya adalah M Choirul, PKL di Jalan Indrapura. Ia  berterima kasih kepada Walikota Risma yang selama ini selalu memberikan perhatian kepada para pedagang.

“Saya siap mematuhi protokol tersebut. Sebenarnya sudah diterapkan namun akan terus saya tingkatkan,” kata Choirul.

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *