Pola Makan Sehat Kian Populer di Masa Pandemi

  • Whatsapp
Pola Makan Sehat Kian Populer di Masa Pandemi
(Pandemi membuat orang kini lebih suka mengkonsumsi makanan hasil olahan sendiri. Foto : Getty Images)
Rolasnews.com – Pandemi Corona yang menimbulkan kepanikan di seluruh dunia, ternyata juga memiliki sisi positif. Suka tak suka, orang-orang dipaksa harus terbiasa dengan gaya hidup yang lebih higienis. Mulai dari kebiasaan cuci tangan, pakai masker ketika keluar rumah, hingga menerapkan pola makan sehat yang bergantung pada masakan di dapur sendiri ketimbang makan di luar.

Selain bahan baku dan cara pengolahannya yang jelas, pola makan sehat berkontribusi pula mengurangi makanan yang terbuang sia-sia. Demikian hasil sebuah penelitian yang melibatkan 11.000 responden dari 11 negara.

Charlotte De Backer, seorang pengajar sekaligus peneliti di Universitas Antwerp, Belgia, menuturkan bahwa konsumen kini cenderung menghindari makanan siap saji atau makanan produk pabrikan. Mereka lebih memilih belanja buah dan sayuran segar untuk diolah sendiri.

Read More

Penelitian awal yang dilakukannya melibatkan pembeli di beberapa negara Eropa, Australia, Chile, Brazil dan Uganda. Sebagian konsumen yang diberi kuisioner mengatakan sudah jarang membeli makanan produksi pabrik yang mengandung pemanis atau garam buatan.

Penelitian tentang pola makan sehat ini akan dikembangkan ke 25 negara tambahan yang hasilnya diharapkan sudah keluar akhir Juni nanti.

Dari apa yang dipelajarinya selama ini, De Backer menjelaskan banyak orang mengkonsumsi makanan asin, manis dan berlemak ketika merasa stress. Namun selama masa pandemi saat ini, sebagian besar dari mereka beralih menyantap makanan yang diolah sendiri.

Di Chile, misalnya. Snack dan makanan siap saji yang dijual di supermarket mengalami penurunan penjualan. Sebaliknya, tepung terigu, salah satu bahan baku utama untuk membuat kue, justru penjualannya meningkat pesat.

“Tapi hal ini tidak berlaku untuk daging, ikan serta minuman beralkohol. Volume penjualannya relatif tidak banyak berubah,” kata De Backer merujuk pada hasil penelitiannya.

Ia menambahkan, pembelian makanan dapat dikaitkan dengan keinginan untuk mempraktekkan pola makan sehat. Selain itu, konsumen juga memiliki lebih banyak waktu untuk memilih bahan makanan apa saja yang hendak dibeli dan kemudian mengolahnya sendiri.

“Jika Anda membuat daftar belanjaan, Anda akan lebih cermat merencanakan bahan apa saja yang hendak dibeli. Hal ini tentunya akan mengurangi keinginan Anda membeli junk food (makanan siap saji) yang tidak sehat,” ujarnya.

Supermarket Didominasi Buah dan Sayuran Segar
(Meski kebijakan pembatasan mulai dilonggarkan di banyak negara, namun konsumen sudah makin terbiasa dengan perilaku yang menerapkan pola makan sehat. Tempat perbelanjaan pun saat ini lebih didominasi buah dan sayuran segar yang bisa diolah sendiri. Foto : Supermarket News)

Hal ini tercermin dari jawaban mayoritas responden penelitian. Mereka mengatakan senang mencoba masakan-masakan baru dan tak lagi banyak membuang-buang makanan sisa. Akan tetapi perilaku ini menurut De Backer lebih dikaitkan dengan kekhawatiran langkanya makanan dan dapat berubah setelah pandemi berakhir.

Meski demikian, ia percaya kecenderungan lebih menghargai makanan ini akan terus berlanjut. Pasalnya, di sejumlah negara kebijakan pembatasan atau mewajibkan warganya untuk tetap tinggal di rumah sudah berlangsung lebih dari enam minggu. Waktu yang cukup untuk membentuk kebiasaan baru.

Orang-orang kini menjadi kreatif dan akrab dengan kegiatan di dapur. Dari coba-coba aneka resep makanan, mereka pun semakin pintar memasak sendiri. Tentu dengan bahan-bahan yang segar dan higienis.

Resep Pangan Aman dari BPOM Selama Pandemi COVID-19

Penelitian De Backer ini diamini oleh Muriel Bernard, pemilik makanan organik online yang berbasis di Belgia, eFarmz.

Kepada Reuters, ia mengatakan harus menambah karyawannya demi untuk memenuhi lonjakan permintaan akan produk buah dan sayuran segar. Meski juga menjual produk olahan seperti saus, yogurt dan sosis daging, namun produk-produk tersebut masa kadaluarsanya pendek alias tanpa pengawet.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *