Lampaui Eropa, Amerika Kini Episentrum Baru COVID-19

  • Whatsapp
Lampaui Eropa, Amerika Kini Episentrum Baru COVID-19
(Proses pemakaman massal korban COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan ketat di TPU Parque Taruma di Manaus, Brazil, Selasa (26/5). Foto : REUTERS)

Rolasnews.com – Daratan Amerika kini menjadi episentrum baru pandemi Corona setelah jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 meningkat pesat dan melampaui Eropa.

Demikian rilis Pan American Health Organization (PAHO) hari Selasa, (26/5). PAHO menyerukan agar negara-negara di benua Amerika tetap mempertahankan kebijakan membatasi mobilitas penduduk demi mencegah laju penyebaran Virus Corona.

Read More

Carissa F. Etienne, Direktur PAHO sekaligus Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Amerika, mengatakan dalam konferensi pers bahwa sekitar 2,4 juta pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan merenggut 143.000 korban jiwa di seluruh Amerika. Hal ini membuat benua itu menjadi episentrum baru pandemi COVID-19.

Di Amerika Selatan, ujarnya, Brasil menjadi fokus perhatian karena pekan lalu jumlah kasus barunya tercatat “yang tertinggi untuk periode tujuh hari sejak mewabahnya virus” pada Desember 2019. Selain Brazil, Peru dan Chile juga mengalami lonjakan penyebaran virus.

Brazil sendiri kini melesat ke posisi kedua sebagai negara dengan kasus tertinggi di dunia dengan hampir 400.000 kasus dan 24.512 kematian yang dilaporkan hari ini, Rabu (27/5). Secara global, wabah telah menjangkiti lebih dari 5,6 juta orang dan menyebabkan lebih dari 351 ribu korban meninggal dunia.

Sementara itu, negara Amerika Selatan lainnya, Peru, kini menempati urutan ke-12 dengan hampir kasus terkonfirmasi positif mendekati angka 130.000, serta Chile di urutan ke-15 dengan lebih dari 84.000 kasus.

“Bagi sebagian besar negara di Amerika, saat ini bukanlah saat yang tepat untuk melonggarkan pembatasan atau mengendorkan upaya pencegahan. Saat ini justru saatnya memperketat, tetap waspada dan secara agresif menerapkan langkah-langkah untuk menjaga kesehatan publik yang terbukti efektif,” kata Etienne.

Data yang dihimpun PAHO, hal yang memicu peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di benua Amerika adalah satu dari empat resiko terinfeksi virus karena kondisi kesehatan bawaan seperti diabetes. Etienne meminta agar negara-negara di kawasan ini mengintensifkan upaya menjaga kesehatan penduduknya.

“Kami sebelumnya tidak pernah melihat hubungan yang mematikan antara penyakit menular dengan penyakit tidak menular semacam ini. Namun dari data yang ada benar-benar mencemaskan. Khususnya untuk wilayah (benua, red) kita, tempat corona jenis baru merebak,” tuturnya.

Negara-negara di daratan Amerika, lanjutnya, musti melindungi mata rantai pasokan untuk obat-obatan esensial. Juga memastikan agar obat-obatan tersebut didistribusikan secara efektif kepada mereka yang membutuhkan.

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *