Bandel, Turis Asing di India Wajib Menulis Permintaan Maaf 500 Kali Atas Pelanggaran Lockdown

  • Whatsapp
Bandel, Turis di India Wajib Menulis Permintaan Maaf 500 Kali Atas Pelanggaran Lockdown
(Mirip hukuman anak sekolahan. Turis bandel pelanggar aturan lockdown di India dikenai sanksi menulis kalimat yang sama sebanyak 500 kali. Foto : Celit News)
Rolasnews.com – 10 turis asing yang kedapatan melanggar aturan lockdown di sebuah kota di India, kena batunya. Mereka diwajibkan otoritas setempat untuk menulis pernyataan “I am so sorry” sebanyak 500 kali. Hukuman ini diharapkan menimbulkan efek malu dan jera bagi mereka.

Dilansir dari The Strait Times, kesepuluh turis tersebut berasal dari Israel, Meksiko, Australia dan Austria. Mereka tertangkap basah tengah keluyuran di Rishikesh, kota kecil yang pernah dikunjungi dan dipopulerkan band The Beatles pada tahun 1968.

Seorang polisi lokal, Vinod Sharma, mengatakan masing-masing dari mereka diwajibkan menulis 500 kali kalimat : “Saya tak mematuhi lockdown, saya sangat menyesal”.

Read More

Sharma menambahkan, sekurangnya ada 700 turis asing dari berbagai negara yang berada di daerah itu dan banyak yang melanggar kebijakan lockdown. Hukuman mirip anak sekolahan ini diberikan untuk memberi mereka pelajaran.

Pihak kepolisian sudah memberi tahu hotel-hotel di daerah itu untuk tak membiarkan tamu-tamu keluar seenaknya tanpa didampingi pemandu. Jika melanggar, bukan hanya turis yang dikenai hukuman, tapi hotel-hotel tempat mereka menginap juga akan menghadapi sanksi hukum.

Baca Juga : Polisi Gunakan Helm ‘Sangar’ untuk Cegah Warga Keluyuran

Sebagaimana diketahui, Pemerintah India menerapkan kebijakan lockdown nasional sejak akhir Maret lalu. Warga hanya diizinkan keluar rumah untuk kepentingan mendesak seperti membeli makanan dan obat-obatan.

Aparat keamanan di negeri Bollywood itu melakukan berbagai cara untuk memaksa warga tetap di rumah demi menghentikan penyebaran pandemi COVID-19. Salah satunya dengan berpatroli mengenakan helm berbentuk Virus Corona.

Namun banyak juga beredar rekaman video di media sosial polisi memukuli penduduk yang berkeliaran di jalan-jalan dengan tongkat rotan. Atau menyuruh mereka yang melanggar aturan lockdown untuk berjongkok dan melompat-lompat seperti katak sebagai hukuman.

Sejauh ini, dilaporkan lebih dari 8.300 kasus positif Covid-19 terkonfirmasi di India dan 273 berujung kematian. Untuk menekan penyebaran wabah, Perdana Menteri Narendra Modi kemungkinan akan memperpanjang kebijakan lockdown yang mustinya berakhir Selasa besok, menambahnya hingga menjadi dua minggu lagi.

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *