Modal Nekad Dorong Ismail Effendy Bikin Spare Part Mesin Packaging Sendiri

  • Whatsapp
Modal Nekad Dorong Ismail Effendy Bikin Spare Part Mesin Packaging Sendiri
(Ismail Effendy, pengusaha spare part mesin packaging. Foto : Ist)
Rolasnews.com – Setiap ada kemauan pasti ada jalan. Tak ada impian yang tak bisa dicapai selama dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Mimpi boleh setinggi awan, asal juga dibarengi dengan kerja keras.

Prinsip ini dipegang teguh Ismail Effendy, seorang pengusaha pembuat spare part mesin packaging rumahan asal Sidoarjo. Impiannya membuat home industry yang memproduksi spare part packingan mesin sendiri akhirnya terwujud. Padahal jika dirunut ke belakang, siapa nyana Mael, sapaan akrabnya, dapat seperti sekarang.

Berlatar belakang keluarga sederhana, jebolan SMP Negeri 12 Surabaya tahun 1988 ini melanjutkan jalur pendidikannya ke Sekolah Teknik Menengah (STM). Kelas-kelas yang disinggahinya kala di SMPN 12 adalah kelas 1G, 2B dan 3L.

Read More

Foto Kenangan Semasa SMP-1

Foto Kenangan Semasa SMP-2
(Foto kenangan Ismail bersama teman-temannya semasa masih di SMPN 12 Surabaya (dilingkari merah). Foto : Ist)

Selain kesukaannya pada hal-hal yang berbau teknik, saat itu ia juga berpikir akan terbentur biaya jika nekad ke SMA seperti kebanyakan teman-temannya. Lagipula, pelajar STM yang baru lulus relatif lebih berpeluang terserap di dunia kerja yang membutuhkan tenaga-tenaga praktis dan terampil.

“Semakin cepat saya kerja akan semakin mengurangi beban orang tua,” ujarnya.

Beberapa Spare Part Mesin Packaging Bikinan Ismail-1

Beberapa Spare Part Mesin Packaging Bikinan Ismail-2

Spare Part Mesin Packaging yang Digunakan Ismaill-3
(Beberapa rangkaian spare part mesin packaging. Foto : Ist)

Ismail berkisah, ia pernah bekerja di lebih dari 5 pabrik industri di kawasan Surabaya-Sidoarjo. Mulai dari pabrik plastik, kayu, tawas, hingga yang terakhir di pabrik yang memproduksi mesin-mesin packaging.

Saat bekerja di pabrik yang terakhir inilah ia mempelajari cara-cara pembuatan serta detil-detil bentuk spare part kemasan yang umum dipakai. Selain itu, yang paling penting juga proses bagaimana menawarkan menjadi suplier spare part bagi pabrik-pabrik berskala besar.

Di pabrik mesin packaging ini ia jadi banyak bepergian dan mencicipi aneka moda transportasi mulai, darat, laut dan udara. Dengan menjadi teknisi mesin pula ia akhirnya pernah menginjakkan kakinya ke negeri seberang, Malaysia dan Thailand.

Aktivitas di Bengkel Ismail-1

Aktivitas di Bengkel Milik Ismail-2
(Aktivitas di bengkel milik Ismail. Para pekerja tengah menyelesaikan pesanan mesin yang dikerjakan secara manual. Foto : Ist)

Meski demikian, itu belum membuatnya puas. Ketika merasa sudah cukup pengetahuan yang dimilikinya serta ada sedikit modal, ia memutuskan keluar dan mendirikan usaha sendiri. Namun di balik itu sebenarnya ada pemicu lain.

“Faktor ketidaknyamanan dalam berkompetisi antar rekan kerja hingga perlakuan bos. Puncaknya saat mendadak saya dimutasi ke dalam (kantor, red). Saya ini orang lapangan tulen. Ya ga betah kalau harus duduk manis di kantoran,” Ismail beralasan.

Setelah resign, ia segera merealisasikan keinginannya yang lama terpendam, bikin usaha sendiri. Di tahun 2005, ia memulai bisnis pembuatan spare part mesin packaging dalam skala rumahan dengan bekal ilmu dan pengalamannya bekerja selama ini.

Corong Bikinan Ismail
(Corong bikinan tangan ini kerap dipesan pabrik kopi dan pengemasan makanan. Foto : Ist)

“Spare part mesin packaging ini rancangannya saya bikin sendiri. Banyak yang hand made, buatan tangan,” tutur Ismael tentang usaha yang ditekuninya.

“Industri rumahan yang saya dirikan ini utamanya bergerak di bidang jasa penjualan spare part mesin vertikal packaging. Kami melayani spare part untuk mesin vertikal packaging lokal segala merk. Di antaranya Korin, Cingfong, Kiongho Pack, SMS, Lucky, Mahameru dan lain-lain,” imbuhnya.

Ismail menambahkan, selain itu ia juga menerima jual beli jual beli spare part mesin vertical packaging.

Di workshop-nya yang berada di Perum Griyo Mapan Sentosa EG-38, Tambak Sawah Waru, Sidoarjo, Ismael memperkerjakan 7 karyawan. Ia membawa bendera usaha dengan nama UD. ANStech.

Juragan Mael-1

Juragan Mael-2
(Ismail juga melibatkan adik kandungnya, Fuad Muhammad Fakhrudin, untuk membantu menggarap orderan di bengkelnya. Fuad sendiri adalah alumni SMPN 12 Surabaya Angkatan 1991. Foto : Ist)

Baca Juga : Hartini, Bakul Pecel yang Melanglang Dunia Berkat Asuransi

Kendati enggan menyebut nama-nama perusahaan mana saja yang dipasoknya, Ismael mengatakan produk spare part bikinannya masuk ke pabrik-pabrik besar. Pabrik-pabrik yang brand-nya sudah dikenal luas. Tapi tak jarang ia juga memasok ke home-home industry yang bergerak di pengemasan makanan ringan.

Yang jelas, dengan memiliki usaha sendiri bapak tiga anak ini merasakan kebebasan yang tidak mungkin didapatnya seperti kala ia bekerja di perusahaan milik orang lain. Termasuk manajemen waktu yang lebih fleksibel sehingga ia leluasa bercengkrama dengan sobat-sobat lamanya

Karyawan Admin Ismail
(Layaknya perusahaan yang dikelola secara profeional, Ismael juga memperkerjakan seorang karyawan yang khusus bertugas mengurusi keuangan dan orderan untuk usahanya. Foto : Ist)
Ismail Effendy dan tim UD. ANStech
(Ismail Effendy dan tim UD. ANStech. Foto : Ist)

Akan tetapi mengelola usaha sendiri juga mempunyai konsekuensi pikiran tercurah sepanjang waktu untuk memikirkan pengembangannya. Mulai bangun tidur hingga hendak beranjak tidur lagi.

“Ya ga apa-apa. Namanya bisnis juga begitu. Apalagi milik sendiri. Mudah-mudahan usaha yang saya tekuni ini langgeng dan semakin maju,” tutup Ismail.

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *