Rolasnews.com – Kabut asap pekat yang menyelimuti sebagian besar Semenanjung Malaysia memaksa pemerintah negeri jiran menutup sekolah di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Kuala Lumpur, pada Jumat (9/10/2026). Langkah ini diambil setelah kualitas udara merosot ke kategori tidak sehat akibat asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek mengumumkan keputusan tersebut melalui unggahan Facebook pada Kamis malam. Sekolah di negara bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor, serta wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya, diliburkan. Distrik Rompin di Pahang juga ikut terdampak.
Johor sudah lebih dulu menutup seluruh sekolah selama dua hari, 8–9 Oktober, menyusul arahan Pemangku Sultan Johor. Secara keseluruhan, lebih dari 2 juta siswa terpaksa menjalani pembelajaran daring dari rumah.
Data pemerintah Malaysia pada Jumat pagi menunjukkan 37 wilayah mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) dalam kategori tidak sehat (101–200). Di Kuala Lumpur, angka API sempat mencapai sekitar 170. Berdasarkan pedoman Malaysia, API di atas 200 dikategorikan sangat tidak sehat, sedangkan di atas 300 masuk kategori berbahaya.
Raja Malaysia Sultan Ibrahim sebelumnya mengimbau agar sekolah ditutup jika API mencapai 150 atau lebih demi melindungi kesehatan siswa. Kementerian Pendidikan menetapkan aturan sekolah wajib tutup jika API melebihi 180, atau tetap di atas 150 selama tiga hari berturut-turut. Pembelajaran tetap berlangsung secara daring atau berbasis rumah, sementara guru dan staf diperbolehkan bekerja dari rumah.
Kabut asap ini sudah berlangsung lebih dari sebulan. Asap dari karhutla di sejumlah provinsi Indonesia menyebar ke negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura. Singapura bahkan sempat tercatat sebagai kota paling tercemar di dunia menurut IQAir.
Baca Juga:
Sidang Perdana Class Action Karhutla Tak Dihadiri Pemerintah Pusat Sebagai Tergugat, Sidang Ditunda
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah berkomunikasi dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Anwar mendesak langkah cepat mengatasi sumber kabut asap dan menyerukan pertemuan tingkat menteri ASEAN untuk menangani masalah lintas batas ini. Malaysia menyatakan siap membantu.
Penutupan sekolah ini menjadi pengingat bahwa krisis kabut asap tahunan masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan aktivitas pendidikan di kawasan. Pemerintah Malaysia terus memantau situasi dan siap mengambil tindakan lebih lanjut jika kualitas udara semakin memburuk.






