Siswi SMA di Yong Peng Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Polisi Johor Tahan 3 Teman Sekelas Korban

Siswi SMA di Yong Peng Ditemukan Tewas, Polisi Johor Tahan 3 Teman Sekelas Korban
Ilustrasi.

Rolasnews.com – Pihak Kepolisian Johor menahan tiga remaja laki-laki berusia 16 tahun yang diduga terlibat dalam kematian Irene Sofiya Mohd Khairool Faisal. Korban, yang merupakan siswi kelas satu SMA (Tingkatan Empat), ditemukan tewas berlumuran darah di dalam aula sebuah sekolah menengah di Yong Peng, Batu Pahat, Johor, pada Sabtu (3/10/2026).

Jasad Irene pertama kali ditemukan sekitar pukul 17.30 waktu setempat oleh nenek dan seorang rekannya. Korban dicari lantaran tak kunjung pulang ke rumah usai mengikuti kelas tambahan.

Diketahui, Irene tinggal bersama sang nenek sejak ibunya meninggal dunia, sementara ayahnya bekerja di Kuala Lumpur.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan tubuh akibat benturan benda keras, ditandai dengan bercak darah kering serta luka memar. Di dekat jasad korban, polisi juga menemukan pecahan pot keramik.

Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Penangkapan Pelaku

Polisi menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 17.50 WIB. Hanya beberapa jam berselang, tim gabungan Departemen Investigasi Kriminal Johor dan Markas Kepolisian Daerah Batu Pahat menangkap tiga tersangka yang merupakan teman sekelas korban.

Salah satu tersangka, seorang remaja lokal tanpa rekam jejak kriminal, dicokok sekitar pukul 19.00 di kawasan Yong Peng.

Pada Minggu (4/10/2026), tersangka dibawa ke Pengadilan Majistret Batu Pahat. Majistret mengabulkan permohonan penahanan sementara (reman) selama enam hari hingga 9 Oktober mendatang guna membantu proses penyidikan.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa ponsel, pakaian, dan sepasang sandal. Sementara itu, detail status hukum dua tersangka lainnya belum diumumkan secara terperinci oleh pihak kepolisian.

Kasus ini resmi diselidiki di bawah Pasal 302 Kanun Keseksaan (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia) tentang pembunuhan. Motif maupun pemicu insiden tersebut masih dalam proses pendalaman, sementara otopsi dilakukan di Hospital Sultanah Nora Ismail, Batu Pahat.

Kepala Kepolisian Johor, Komisioner Datuk Ab Rahaman Arsad, mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan rumor yang dapat mengganggu jalannya penyidikan.

Ucapan duka cita PM Malaysia. (FB Anwar Ibrahim)

Tragedi ini turut menyita perhatian tingkat nasional. Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menginstruksikan jajaran kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara cepat, menyeluruh, dan transparan.

Pemerintah Negara Bagian Johor bersama Kementerian Pendidikan Malaysia menyatakan komitmennya untuk bekerja sama penuh dalam pengungkapan kasus ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *