Dorong Internasionalisasi, UM Jadi Tuan Rumah International Conference TEFLIN

Dorong Internasionalisasi, UM Jadi Tuan Rumah International Conference TEFLIN
(Foto bersama Rektor UM dengan TEFLIN, Asia Tefl dan Ineltal. Credit: ANC)

Rolasnews.com – Universitas Negeri Malang (UM) terus mendorong upaya Internasionalisasi kelembagaan. Salah satunya dengan menjadi tuan rumah International Conference yang digelar The Teaching of English for Foreign Language in Indonesia (TEFLIN)  bekerja sama dengan organisasi serupa yakni Asia Tefl dan Ineltal.

Bertempat di Gedung Graha Cakrawala, kegiatan ini diikuti 942 orang dari 32 negara. Dan digelar secara hybrid mengingat masih dalam kondisi pandemi COVID-19, Jumat (5/8/2022).

Read More

Rektor UM, Prof Dr AH Rofi’uddin MPd, mengatakan, kegiatan ini sangat berarti sebagai salah satu upaya Internasionalisasi UM.

Rektor UM membuka TEFLIN
(Rektor UM membuka International Conference TEFLIN. Credit: ANC)

Menurutnya, kegiatan ini sebenarnya memang acaranya para pengajar bahasa Inggris. Kalau di UM dikelola dan ditangani departemen Bahasa Inggris.

“Tapi tentu ini sesuatu yang sangat penting bagi UM untuk target internasionalisasi. Jadi jejaringanya juga harus kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden TEFLIN, Prof Utami Widiati, MA PhD menjelaskan, International Conference ini merupakan forum dimana para peserta bisa sharing hasil penelitian maupun hasil pengalaman mengajar.

“Pesertanya bisa dari Guru, Dosen maupun pemerhati pembelajaran Bahasa Inggris. Dan diselenggarakan setiap tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Prof Utami, sebagai organisasi profesi, TEFLIN setiap tahun menggelar international conference. Kebetulan tahun ini TEFLIN bekerjasama dengan Asia Tefl sehingga acaranya menjadi lebih besar.

Prof Utami Widiati
(Presiden TEFLIN, Prof Utami Widiati, MA PhD. Credit: ANC)

Menurutnya, ini adalah kali ke tiga TEFLIN bekerjasama dengan Asia Tefl. Dimana mereka harus meyakinkan Asia Tefl bahwa kondisi di Indonesia aman dan kondusif.

“Pertama dulu di Bali tahun 2008. Kemudian tahun 2017, TEFLIN kembali sanggup meyakinkan Asia Tefl. Dan ini kali yang ketiga kami bekerja sama dengan Asia Tefl. Tapi hanya karena kondisi covid, sehingga kami tidak maksimal untuk mendatangkan peserta secara luring,” tandasnya.

Sementara itu salah seorang peserta, Yohanes Leonardi menilai bahwa konferensi ini sangat bermanfaat baginya dalm mengembangkan keilmuan. Saat ini, Yohanes menjadi dosen Bahasa Inggris di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

“Yang pasti untuk kami para dosen adalah pengembangan diri. Karena  melalui forum ini kita bisa belajar langsung dari sumbernya,” pungkasnya. (ANC)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.