Diet Karbohidrat Efektif Kendalikan Berat Badan

  • Whatsapp
Diet Karbohidrat Efektif Turunkan Berat Badan
(Ingin berat badat tetap ideal? Kurangi konsumsi karbohidrat. Credit: Google Image)

Rolasnews.com – Selama ini obesitas selalu dikaitkan dengan makan berlebihan. Padahal kelebihan berat badan lebih sering disebabkan oleh konsumsi tinggi karbohidrat dan makanan yang banyak mengandung gula olahan. Karena itu, untuk menjaga berat badan tetap ideal ialah dengan mengurangi konsumsi gula serta menerapkan diet karbohidrat.

Demikian hasil penelitian yang baru-baru ini diterbitkan American Journal of Clinical Nutrition.

Read More

Menurut penelitian tersebut, makanan tinggi karbohidrat dan gula menyebabkan perubahan hormonal dalam tubuh yang mengganggu metabolisme, meningkatkan penyimpanan lemak sehingga berperan dalam penambahan berat badan.

Mengkonsumsi makanan-makanan di atas memaksa tubuh memproduksi lebih banyak insulin, zat yang digunakan untuk mencerna gula.

Hal ini pada gilirannya memberi sinyal pada sel-sel lemak untuk menyimpan lebih banyak kalori namun menyisakan hanya sedikit untuk persediaan energi bagi otot.

Kondisi ini membuat otak berpikir bahwa tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup dan mengirimkan sinyal lapar.

“Mengurangi konsumsi karbohidrat yang mudah dicerna pada dasarnya mengurangi pula dorongan untuk menyimpan lemak tubuh,” kata Dr. David Ludwig, salah seorang peneliti yang juga ahli endokrinologi di Rumah Sakit Anak Boston, AS.

Dengan melakukan diet karbohidrat, ia melanjutkan, orang bisa menurunkan berat badan tanpa harus mati-matian menahan lapar.

Meski demikian, Dr. Ludwig dkk menyatakan pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa berat badan disebabkan oleh konsumsi energi lebih banyak dari yang dikeluarkan dan tidak menjelaskan penyebab biologis kenaikan berat badan.

Selama beberapa dekade memang banyak ditemui anjuran agar masyarakat tak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan serta teratur berolahraga. Tapi tetap saja kasus obesitas dan penyakit yang terkait dengan kelebihan berat badan tersebut terus melonjak.

“Selama masa pertumbuhan, misalnya, kaum remaja dapat meningkatkan asupan makanan sebesar 1.000 kalori/hari,” kata Dr. Ludwig.

Yang menjadi pertanyaan, lanjutnya, apakah makan lebih banyak ini menyebabkan percepatan pertumbuhan mereka atau sebaliknya. Masa pertumbuhan membuat mereka gampang lapar sehingga makan lebih banyak.

Karena itu Dr. Ludwig dan para koleganya menyarankan pendekatan baru untuk pengendalian berat badan yang disebut “model karbohidrat-insulin”.

Baca Juga :

Saat Kecil Banyak Konsumsi Makanan Ultra-Proses, Berpotensi Obesitas Saat Dewasa

Berbeda dengan model keseimbangan energi, model karbohidrat-insulin menyatakan bahwa konsumsi berlebihan makanan tinggi gula atau kandungan glikemik, seperti karbohidrat yang diproses dengan cepat dan mudah dicerna, menyebabkan penambahan berat badan.

Makanan rendah karbohidrat
(Beberapa makanan rendah karbohidrat. Credit: Shutterstock)

Menggantikan penggunaan model keseimbangan energi dengan model karbohidrat-insulin secara lebih luas akan memiliki implikasi radikal untuk pengendalian berat badan dan penanganan obesitas.

Alih-alih mendorong orang mengurangi makan, sebuah upaya yang sering kali tidak membuahkan hasil dalam jangka panjang, diet karbohidrat jadi jalan tengahnya.

“Fokus saja pada apa yang ktia makan. Hindari sebisa mungkin makanan olahan,” pungkas Dr. Ludwig. (TON)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *