Eko Sukses Quattrick Medali Olimpiade

  • Whatsapp
Eko Sukses Quattrick Medali Olimpiade
(Angkat besi kembali mempersembahkan medali bagi Indonesia melalui Eko Yuli Irawan. Credit: Reuters)
Rolasnews.com – Lifter Eko Yuli Irawan sukses menambah pundi-pundi medali bagi kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo dengan raihan perak, Minggu (25/7). Dengan demikian, Eko sukses quattrick medali olimpiade. 

Sukses Eko ini sekaligus menjawab tantangan dari pelatih angkat besi Indonesia Dirja Wihardja yang meminta agar tradisi medali di olimpiade dipertahankan.

Seperti diketahui, medali bagi Merah Putih diawali dari lifter putri Windy Cantika Aisah. Di kelas 49 kilogram, Cantika (sapaan akrabnya) mempersembahkan medali perunggu.

Read More

Lifter 19 tahun itu berhasil mencatatkan total angkatan 194 kilogram. Dengan rincian 84 kilogram snatch dan 110 kilogram clean and jerk.

Dirja saat itu ingin keberhasilan Cantika jadi momentum medali susulan dari atlet-atlet Indonesia. Khususnya dari cabor angkat besi.

’’Insya Allah mulai besok (Minggu, 25 Juli), jangan lagi ada tradisi medali. Akan tetapi angkat besi akan tradisi medali emas. Mohon dukungannya,’’ harap Dirja dalam konferensi pers virtual, Sabtu malam waktu Tokyo.

Baca Juga :

Angkat Besi Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia

Minggu (25/7), bukan medali emas yang mampu dipersembahkan lifter-lifter tanah air di Olimpiade. Bertanding di kelas 61 kilogram, hanya medali perak yang mampu dipersembahkan oleh lifter putra Eko Yuli Irawan.

Eko hanya mampu menyelesaikan angkatan dengan berat total 302 kilogram. Rinciannya, Eko mencatatkan angkatan seberat 137 kilogram untuk snatch dan 165 kilogram untuk clean and jerk.

Medali emas direbut atlet China, Li Fabin, dengan total angkatan 313 kg. Ada pun medali perunggu diraih lifter Kazakhstan, Son Igor, dengan total angkatan 294 kg.

“Saya mohon maaf ke seluruh masyarakat Indonesia. Saya belum berhasil memberikan medali emas seperti yang saya cita-citakan sebelumnya,’’ sesal lifter binaan Pengprov PABBSI Jatim tersebut, seperti dalam rilis KOI, Minggu petang.

Walaupun gagal mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade, Eko mampu mencatatkan sejarah sepanjang partisipasi Indonesia di multievent terakbar di dunia itu.

Karena lifter 32 tahun tersebut jadi satu-satunya atlet Indonesia yang meraih medali di empat Olimpiade beruntun. Sebelum meraih medali perak di Tokyo, Eko sudah membuka tradisi medalinya pada Olimpiade 2008 Beijing dengan meraih medali perunggu kelas 56 kilogram.

Lalu, empat tahun setelahnya, lifter kelahiran Lampung tersebut mengulangi pencapaian medali perunggu di Olimpiade 2012 London. Bedanya, di London itu Eko “naik kelas” ke kelas 62 kilogram.

Lima tahun yang lalu di Rio de Janeiro, Eko sukses memperbaiki pencapaiannya di kelas 62 kilogram dengan merebut medali perak dalam Olimpiade 2016. Itulah alasannya mengapa dia meminta maaf setelah lagi-lagi gagal meraih medali emas.

Minimnya Masa Persiapan

Mengapa bisa gagal? Belum maksimalnya masa persiapan dianggap sebagai biang keladi di balik kegagalan Eko memburu medali emas pertamanya di Olimpiade ini. Terutama saat gagal dua kali menyelesaikan angkatan snatch.

Eko sukses quattrick medali olimpiade quattrick medali olimpiade
(Meski terkendala persiapan karena berkecamuknya pandemi, medali perak yang diraih kali ini membuat Eko sukses mencatatkan quattrick medali olimpiade. Credit: NOC Indonesia)

Hanya mampu mencatat 137 kilogram angkatan snatch pada percobaan pertama, ketika percobaan kedua dan ketiga Eko sempat berupaya mengangkat beban 141 kilogram. Sayangnya, gagal.

“Mungkin karena persiapan juga. Teknik saya belum matang untuk melakukan angkatan snatch. Sementara, karena adanya PPKM dan karantina, maka latihan saya pun jadi kurang bisa maksimal,” keluh Eko dalam rilis resmi KOI.

Baca Juga :

Gagal di 2024, 2028, dan 2032, Indonesia Bidik Olimpiade 2036

Satu Perak Lagi Samai Prestasi

Dengan koleksi satu perak dan satu perunggu dari Eko Yuli Irawan dan Windy Cantika Aisah, maka kontingen angkat besi Indonesia hanya membutuhkan satu perak lagi untuk dapat menyamai pencapaian prestasi di Olimpiade London.

Sejak Olimpiade 2012, angkat besi Indonesia selalu mencatatkan dua perak. Yaitu, total 2 perak dan satu perunggu di London. Dua perak dari Triyatno dan Citra Febrianti, satu perunggu dari Eko.

Lima tahun lalu di Rio, Indonesia membawa pulang dua medali perak dari cabor angkat besi. Perak tersebut dipersembahkan Eko dan Sri Wahyuni. Satu medali perak tambahan tahun ini bisa saja terjadi.

Indonesia masih menyisakan dua lifter lagi yang belum bertanding. Yaitu Rahmat Erwin Abdullah yang akan turun di nomor 73 kilogram putra, Rabu (28/7). Lalu, Nurul Akmal turun di nomor +87 kilogram putri, Senin (2/8). (YMP)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *