Kembali Langgar Perlindungan Data Pribadi, TikTok Didenda di Belanda

  • Whatsapp
Kembali Langgar Perlindungan Data Pribadi, TikTok Didenda di Belanda
Rolasnews.com – Otoritas Perlindungan Data Pribadi Belanda menyatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya menuntut TikTok hukuman denda 750.000 Euro (US$ 885.000) karena tidak menawarkan pernyataan privasi dalam bahasa Belanda. Hal ini dianggap melanggar pedoman privasi karena banyak anak-anak yang menggunakan aplikasi berbagi video popular tidak akan dapat memahami informasi tersebut.

Otoritas tersebut juga menagatakan bahwa dengan tidak menawarkan pernyataan privasi berbahasa Belanda, TikTok dinilai gagal memberikan penjelasan yang memadai tentang bagaimana aplikasi mengumpulkan, memproses, dan menggunakan data pribadi.

Tiktok diketahui memiliki sekitar 3,5 juta pengguna di Belanda. Di sisi lain, undang-undang privasi di negeri kincir angin itu menyatakan bahwa “berdasarkan prinsip orang harus selalu diberi penjelasan yang jelas tentang apa yang sedang dilakukan dengan data pribadi mereka”.

Read More

TikTok sendiri telah mengajukan keberatan dengan denda tersebut. TikTok menyangkal semua tuduhan itu dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kebijakan privasinya adalah versi yang lebih pendek dan lebih mudah diakses untuk pengguna yang lebih muda dan telah tersedia dalam bahasa Belanda sejak Juli 2020.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai solusi oleh Otoritas  Perlindungan Data Belanda.

Penyedia platform video musik pendek asal China tersebut juga menambahkan bahwa perusahaan telah membuat perubahan lain untuk melindungi privasi anak di bawah umur dalam 18 bulan terakhir. Termasuk di antaranya mengatur akun anak berusia 13 hingga 15 tahun menjadi pribadi secara default dan hanya mengijinkan pengiriman pesan langsung untuk pengguna berusia 16 tahun ke atas.

Baca Juga:

Respon Dugaan Bocornya 100 Ribu Data Pribadi, Kominfo Siapkan 2 Langkah Antisipatif

Bulan lalu, kelompok konsumen Belanda Consumertenbond, mengatakan pihaknya menuntut 1,5 miliar Euro (US$ 1,8 miliar) terhadap TikTok atas apa yang dituduhkan sebagai pengambilan data pribadi pengguna yang melnggar hukum.

Dengan alasan yang sama,  grup dan yayasan bernama Take Back Your Privacy juga menuntut  TikTok membayar ganti rugi kepada 1,2 juta anak Belanda yang menggunakan aplikasi tersebut. (AZP)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *