Walikota Malang: Rumah Warga yang Nekat Isoman Akan Ditempeli Stiker

  • Whatsapp
Walikota Malang: Rumah Warga yang Nekat Isoman Akan Ditempeli Stiker
(Bersama Kapolresta dan Dandim. Sutiaji mengingatkan warga yang nekad melakukan isolasi mandiri, rumahnya akan diberi bendera atau ditempeli stiker yang menandakan penghuninya positif COVID-19. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)
Rolasnews.com – Walikota Malang, Sutiaji, meminta agar masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 untuk tidak lagi melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) sendiri di rumah. Tetapi melakukan karantina di safe house atau di rumah sakit lapangan yang berada di jalan Kawi maupun di jalan Ijen.

Orang nomor satu di Kota Malang tersebut bahkan berencana akan memberikan penanda berupa bendera atau stiker di rumah warga yang terkonfirmasi positif jika mereka menolak untuk dibawa ke safe house dan memaksa tetap melakukan Isoman.

“Kami perintahkan ke Camat dan Lurah bahwa kalau nanti ada warga yang positif tapi memaksa untuk melakukan Isoman, maka di rumahnya akan ditempeli bendera atau stiker bahwa rumah tersebut sedang dihuni oleh orang yang positif COVID-19,” ujarnya saat menghadiri rapat koordinasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro, di Aula Polresta Malang Kota, Sabtu (13/2).

Read More

Menurutnya, pemasangan bendera maupun stiker tersebut berfungsi sebagai penanda bagi orang yang akan berkunjung, karena orang yang datang biasanya tidak tahu kalau penghuni rumah tersebut ada yang  terkonfirmasi positif. Jadi mereka bisa lebih bisa menjaga diri.

“Hal ini biasanya rawan terjadi pada ojek online atau kurir yang mengirimkan barang ke rumah warga. Jadi ketika diberi penanda, maka masyarakat bisa tahu kalau di rumah itu ada yang positif,” tuturnya.

PPKM Mikro di Kota Malang, Bentuk Posko Hingga Pasang Bendera Zonasi

Kemudian fungsi yang kedua, kebanyakan masyarakat tidak ingin diketahui orang lain bahwa dirinya atau keluarganya terkonfirmasi positif COVID-19. Sehingga diharapkan dengan adanya penanda berupa bendera atau stiker, warga yang positif tersebut mau menjalani isolasi di safe house atau rumah sakit lapangan.

“Jadi stiker tersebut bisa dijadikan sebagai ‘efek jera’ supaya warga tidak lagi melakukan Isoman,” tuturnya.

Namun demikian, memang ada beberapa orang yang secara psikologi orang tersebut tidak bisa ditaruh di safe house dan diperbolehkan untuk melakukan Isoman. Diantaranya ibu yang baru melahirkan serta orang jompo yang masih perlu bimbingan,” pungkasnya. (ANC)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *