Lanjutkan Kerjasama, ITN-UTHM Adakan Program Pertukaran Mahasiswa

  • Whatsapp
Lanjutkan Kerjasama, ITN-UTHM Adakan Program Pertukaran Mahasiswa
(Suasana zoom meeting dan wawancara dengan mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)
Rolasnews.com – Mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengirimkan 15 mahasiswanya untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa dengan Universiti Tun Hussien Onn Malaysia (UTHM).

Mereka yang mengikuti program tersebut berasal dari dua prodi  yakni 6 orang mahasiswa dari Tehnik Elektro  S1 dan 9 mahasiswa dari Tehnik Mesin S1.

Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Dr. Ellysa Nursanti, ST,MT, menjelaskan, program pertukaran mahasiswa tersebut merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang sudah terjalin sebelumnya antara ITN dengan UTHM khususnya di bidang teknik.

Read More

Link Banner

Menurutnya, selain dua prodi tersebut, nantinya semester depan akan ditambah dengan Prodi Informatika yang juga akan mengikuti program pertukaran mahasiswa.

“Bahkan ini ada pembicaraan untuk mencoba menyediakan kelas dual degree. Jadi kita harapkan nanti ada pilihan bagi mahasiswa, mau ikut kuliah di sini atau ikut program dual degree,” terangnya di kampus ITN, Jumat (8/1).

Lebih lanjut Kaprodi Teknik Elektro S1, Dr. Eng. Komang Somawirata, ST. MT, mengatakan, karena pertukaran mahasiswa merupakan program baru. Karenanya pihak Prodi Elektro mengusahakan agar mahasiswa yang ikut program tersebut adalah mahasiswa memiliki great yang agak tinggi karena membawa nama institusi. Tapi tidak menutup kemungkinan juga, jika memang ada mahasiswa yang berminat dan mempunyai kemampuan tetap mereka fasilitasi.

“Jadi dari kita sebenarnya membatasi dari nilai IPK harus di atas 3. Tapi kemarin karena ada dua mahasiswa yang sangat berminat sekali tapi IP-nya di bawah 3 tetap kita fasilitasi,” ucapnya kepada wartawan melalui zoom.

“Jadi kami hanya mengusulkan nama-nama mahasiswa saja, kemudian nanti akan diseleksi oleh pihak UTHM,” lanjutnya.

Menurutnya, program pertukaran mahasiswa, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bisa menambah wawasan sekaligus mengukur kemampuan mereka.

“Sebelumnya mereka belajar di lingkup internal. Tapi sekarang mereka bisa belajar di lingkup internasional sehingga mahasiswa bisa menambah wawasan sekaligus mengukur kemampuannya,” tuturnya.

Menambahkan, Sekretaris Prodi Teknik Elektro, Sotyohadi, ST. MT, berharap dengan kerjasama yang sudah terjalin selama ini, kedepan pihak UTHM juga bisa mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti perkuliahan di ITN.

“Kami harapkan di semester-semester selanjutnya dengan hasil yang sudah kita jalani bersama, nanti bukan hanya dari ITN saja yang mengirimkan mahasiswa ke UTHM tetapi juga ada mahasiswa UTHM ikut bergabung di ITN Malang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kaprodi Teknik Mesin S1, Dr. Komang Astanawidi, ST. MT, menyebutkan bahwa dari Prodi Mesin, ada 9 mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa, dimana setiap mahasiswa bisa mengambil lebih dari satu matakuliah.

Ia mengatakan, program tersebut untuk memancing teman-teman lainnya supaya nantinya bisa mengikuti program merdeka belajar.

“Kendalanya adalah kita melakukan kegiatan ini dalam kondisi pandemi yang dilakukan secara daring, jadi mungkin ada beberapa kesulitan yang dirasakan mahasiswa. Namun demikian, semua mahasiswanya mengaku sangat antusias mengikuti program tersebut,” tuturnya.

Mahasiswa ITN diskusi program pertukaran mahasiswa
(Mahasiswa ITN yang mengikuti program pertukaran mahasiswa sedang berdiskusi. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)

ITN Malang Terima Penghargaan Anugerah Kampus Unggul

Sementara itu, salah satu mahasiswa elektro yang mengikuti program pertukaran mahasiswa tersebut, Dyah Erika Mining Aurora Zulfani, mengaku sempat mengalami beberapa kendala terkait bahasa dan penyampaian materi pembelajaran.

“Awalnya ada banyak kendala seperti kendala bahasa, kendala materi, karena bahasa yang digunakan adalah bahasa melayu bercampur bahasa Inggris. Tapi lama kelamaan kita bisa beradaptasi dan akhirnya Alhamdulilah sekarang sudah lancar,” akunya.

Senada, empat mahasiswa mesin Rizky Bagus Tabah, Laurenzo Gabriel Amnunuh, Mohammad Fikri Akbar dan Muchamad Fikri Ari Wicaksono, mengaku termotivasi mengikuti program pertukaran mahasiswa karena ingin menambah wawasan sekaligus pengalaman.

“Kami penasaran dengan sistem pembelajaran dan materi kuliahnya di sana seperti. Apakah sama dengan di Indonesia atau ada yang berbeda,” ujarnya.

“Kami juga ingin menambah relasi dengan mahasiswa yang ada di UTMH,” pungkasnya. (ANC)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *