SATU Indonesia Apresiasi Pelaku UMKM yang Bertahan di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
SATU Indonesia Apresiasi Pelaku UMKM yang Bertahan di Tengah Pandemi
(Ilustrasi pembuatan batik. Foto : Ist)
Rolasnews.com – Pandemi COVID-19 yang melanda negeri sejak awal Maret 2020, membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih harus bersabar. Menata kembali strategi usahanya kini menjadi fokus utama yang banyak dilakukan oleh pelaku UMKM.

Adalah “Si Batik Bantengan” Anjani Sekar Arum, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards bidang kewirausahaan sekaligus pendiri Sanggar dan Galeri Batik Andaka di Kota Batu, Jawa Timur, yang ikut merasakan dampak dari pandemi ini.

“Pada akhirnya pandemi ini membuat kami semakin kreatif. Yang tadinya kami ngga mau jualan online karena ngga mau pusing, kini harus berjualan online supaya batik kami bisa bertahan. Karena wisatawan tidak ada dan pemesanan seragam tahun 2020 tidak ada, jadi kami mencoba berkreasi dan membuat sebuah produk yang masih diminati orang dari bahan batik. Salah satunya masker dari kain,” ujar wanita alumni Jurusan Seni dan Desain,Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Read More

Kisah Anjani dalam mempertahankan usahanya di tengah wabah ini juga dirasakan oleh Rachel Vennya, seorang content creator sekaligus entrepreneur berbagai bidang usaha.

Keduanya bercerita tentang perjuangan masing-masing dalam webinar yang bertema “Strategi Pemasaran UMKM Lokal” kolaborasi Astra dan GK|Hebat, akselerator yang membantu para pelaku usaha mikro kecil, Senin (27/7).

Bagi Anjani, tidak adanya wisatawan dan terhentinya sejumlah kegiatan besar instansi terkait yang menggunakan jasanya dalam pembuatan souvenir menjadi faktor utama penyebab penurunan penjualannya hingga 80%.

Akhirnya Anjani memanfaatkan penjualan secara daring, berkolaborasi dengan fotografer yang profesinya juga ikut terdampak. Kerjasama dilakukan dengan sistem komisi yang diterima oleh para fotografer dari hasil foto produk batik yang mereka jual ke target pasar masing-masing.

“Jadi para fotografer hanya bemodalkan kemampuan fotografi dan kemudian menjualkan produk. Andaikan harga Rp1 juta, kami memberikan komisi ke mereka sebagai ucapan terima kasih. Terserah mereka asal batiknya laku,” tambah Anjani.

Sementara itu, Rachel bercerita strategi bisnis yang ia jalankan dalam mengatasi lesunya usaha akibat COVID-19. Di tengah kesibukannya pun, Ibu dua anak itu masih sempat mengumpulkan donasi hingga miliaran rupiah bagi sektor medis dan para pedagang yang terkena imbas pandemi.

“Saya tidak menyangka kalau nominal bantuan yang terkumpul cukup besar dalam waktu yang sesingkat ini, karena bantuan teman-teman yang ikut membantu dalam menyediakan alat perlindungan diri buat dokter, perawat dan tenaga medis lainnya tuh bisa positif banget,”ujar Rachel.

Semangat Anjani Sekar Arum dan Rachel Vennya dalam berjuang menebar kebaikan sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa.

Anjani Sekar Arum
(Anjani Sekar Arum, pelaku UMKM penerima SATU Indonesia Awards bidang kewirausahaan. Foto : Ist)

Niagara, Upaya Mahasiswa ITS Bantu Digitalisasi UMKM

Sebagai informasi, Astra menginisiasi program Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards yang tahun ini memasuki tahun kesebelas dan telah mengapresiasi 305 anak muda, yang terdiri dari 59 penerima tingkat nasional dan 246 penerima tingkat provinsi di lima bidang, yakni Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi. Beberapa penerima apresiasi tersebut telah dikolaborasikan oleh Astra dengan 87 Kampung Berseri Astra dan 645 Desa Sejahtera Astra di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi www.astra.co.id & www.satu-indonesia.com, serta ikuti kegiatan Astra melalui Instagram (@SATU_Indonesia), Youtube (SATU Indonesia), Facebook (Semangat Astra Terpadu) dan Twitter (@SATU_Indonesia). (TON/*)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *