Surabaya Raya Masih Belum Aman di Masa Transisi

  • Whatsapp
Surabaya Raya Masih Belum Aman di Masa Transisi
(Dimulainya masa transisi menuju new normal selama dua minggu di 3 daerah Surabaya Raya, diharapkan tak membuat warga sembrono saat cangkruk dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Foto : Ist)
Rolasnews.com – Kendati PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tidak diperpanjang dan 3 daerah di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) telah memasuki masa transisi menuju new normal, namun dinilai masih belum aman betul dari penyebaran COVID-19. Warga di tiga daerah tersebut diminta tetap waspada dan memperhatikan protokol kesehatan.

Kajian epidemiologi dari para pakar FKM Unair menyebutkan tingkat attack rate COVID-19 di Surabaya masih tinggi yaitu 94,1, sedangkan untuk Kabupaten Gresik  15,8 dan untuk Kabupaten Sidoarjo 31,7.

Kemudian tingkat penularan dengan indikator Bilangan Reproduksi Efektif (Rt) di kawasan Surabaya Raya memang sudah ada trend penurunan, optimistik. Dimana sekarang Rt di di kawasan Surabaya Raya sebesar 1,1.

Read More

Dengan rincian Kota Surabaya mempunyai Rt sebesar 1,0 yang diikuti dengan kabupaten Sidoarjo sebesar 1,2 dan Kabupaten Gresik sebesar 1,6.

Akan tetapi sesuai pedoman WHO dan Bappenas untuk kriteria bahwa wabah COVID-19 di suatu daerah dalam kondisi yang terkendali, maka Rt harus di bawah 1 selama 14 hari berturut-turut.

“Item pertama dari total enam item standar WHO suatu daerah bisa mengakhiri masa restriksi dan menuju transisi new normal, adalah penyebaran COVID-19 dalam keadaan terkontrol. Yang artinya Rt harus di bawah 1, sedangkan saat ini seluruh kawasan Surabaya Raya belum di bawah 1 sehingga sejatinya item pertama ini belum terpenuhi dan belum aman,” ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat rakor dengan Forkopimda Jatim di Gedung Grahadi, Senin (8/6).

Begitu juga dengan item kedua yaitu adanya kapasitas sistem kesehatan dan kesehatan masyarakat termasuk rumah sakit tersedia (Identifikasi, tes, pelacakan kontak, isolasi, dan karantina) juga belum aman. Saat ini untuk wilayah Surabaya Raya juga masih belum tercukupi ketersediaan bed dibanding pasien yang harus dilayani.

Kemudian ketiga minimalisiasi risiko pandemi dengan asesmen risiko penularan, keempat penegakan protokol lesehatan di fasilitas publik dan lingkungan kerja, kelima pengelolaan kasus impor dan ko-morbid (penyakit penyerta) dilakukan dengan baik dan keenam melibatkan partisipasi dan keterlibatan publik dalam pengendalian pandemi.

“Pada dasarnya Surabaya Raya belum aman dan butuh kesabaran untuk bisa melangkah ke masa transisi menuju new normal. Tapi bahwa ada komitmen bersama yang tinggi dari tiga kepala daerah untuk mampu menegakkan protokol kesehatan dan juga tinjauan aspek sosial dan ekonomi, maka Forkopimda Jatim menyepakati untuk Surabaya Raya masuk masa transisi new normal  untuk empat belas hari ke depan,” ujar Gubernur Khofifah.

14 Hari ke Depan, Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Masuki Masa Transisi Menuju New Normal

Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Jawa Timur dan Forkopimda Jatim atas kepercayaan yang diberikan kepada Surabaya untuk mengakhiri PSBB dan memasuki masa transisi menuju new normal. Ia juga meminta kepada warga Kota Surabaya untuk selalu menjaga kepercayaan ini dan tidak bertindak ceroboh.

“Kalau kemarin banyak yang mengeluh ke saya ingin kehidupan normal tapi dengan protokol kesehatan ketat, ayo kita lakukan, kita harus jaga kepercayaan itu. Kita harus jaga semuanya. Kita tidak boleh sembrono karena yang bisa jaga diri kita itu, ya kita sendiri bukan orang lain,” kata Walikota Risma.

Walikota Risma Saat Mengikuti Rakor dengan Forkopimda Jatim
(Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, saat mengikuti rapat evaluasi PSBB di Gedung Grahadi, Senin (8/6). Foto : Ist)

Oleh karenanya, ia menyampaikan pesan kepada warga dan juga semua pihak, termasuk pihak perhotelan, restoran, mall, pertokoan, perdagangan, pasar dan berbagai pihak lainnya untuk selalu menjaga protokol kesehatan dengan lebih disiplin.

Menurutnya, setelah PSBB tidak diperpanjang, warga diminta tidak boleh merasa seolah-olah sudah lepas dan terbebas dari pandemi COVID-19. Sebab, pandemi ini belum selesai dan masih banyak warga Surabaya yang dirawat di rumah sakit, dan tim medis pun masih terus berjuang menyembuhkan pasien yang dirawat di rumah sakit.

“Jangan ditambah lagi, hanya karena kita tidak disiplin. Kita harus selalu disiplin, tolong ini diperhatikan. Saya sudah membuat protokol kesehatan untuk semua tempat, tolong diikuti dan dipatuhi. Dimana pun kita berada, di rumah maupun di perkampungan. Ayo kita perkuat Kampung Wani Jogo Suroboyo untuk menjaga diri kita dan tetangga kita,” tegasnya.

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *