Pandemi Corona Turunkan Emisi Karbon 17 Persen

Pandemi Corona Turunkan Emisi Karbon 17 Persen
(Pandemi Corona menurunkan aktivitas industri yang menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar. Foto : Getty Images)
Rolasnews.com – Pembatasan ketat mobilitas penduduk atau lockdown di banyak negara berkontribusi besar terhadap penurunan emisi karbon secara global. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan Nature Climate Change, Selasa (19/5).

Dibandingkan periode yang sama tahun 2019, para peneliti dari Universitas East Anglia (UEA) menyatakan bahwa emisi karbon atau gas rumah kaca harian turun 17 persen selama puncak kebijakan lockdown di berbagai negara sejak awal April lalu. Ini merupakan rekor terendah penurunan emisi karbon selama beberapa dekade terakhir.

“Secara global, kami belum pernah melihat penurunan sebesar ini sejak Perang Dunia (PD) II,” kata Profesor Ilmu Perubahan Iklim sekaligus penulis studi tersebut, Corinne Le Quéré kepada NBC News.

Read More

“Meski begitu, ini bukan jawaban untuk mengatasi perubahan iklim jika tanpa diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat dunia. Kita musti mendorong orang-orang agar mengubah ke pola hidup yang lebih berkelanjutan,” imbuhnya.

Penelitian itu sendiri merupakan penelitian besar pertama mengenai emisi gas rumah kaca tahun ini. Sebelumnya, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan rekor penurunan emisi sebesar 8 persen di tahun 2020.

Namun karena mustahil mengukur perubahan emisi secara langsung mengingat gas akan tetap berada di atmosfir dalam kurun waktu yang cukup lama, para peneliti juga mengandalkan data indikator di lapangan seperti lalu lintas di jalan raya, penggunaan energi, penerbangan dan aktivitas pabrik-pabrik.

Data-data tersebut merupakan faktor utama penurunan emisi karbon. Berkurangnya aktivitas transportasi darat seperti mobil, berkontribusi 43 persen pada penurunan. Sedangkan berkurangnya aktivitas industri dan penggunaan energi juga menyumbang angka yang sama pada penurunan, 43 persen.

Ada pun perjalanan lewat udara yang sangat terpengaruh oleh pandemi, justru berkontribusi menurunkan emisi karbon tak lebih dari 10 persen. Hal ini bisa jadi karena bisnis penerbangan hanya menyumbang 3 persen emisi karbon secara keseluruhan.

Dilansir Guardian, para peneliti mengumpulkan data dari 69 negara yang bertanggung jawab atas 97 persen emisi gas rumah kaca. Pada puncaknya, wilayah-wilayah yang menyumbang polusi di atas 89 persen menerapkan kebijakan lockdown. Jika dihitung secara rata-rata global, masing-masing negara emisinya turun 26 persen. Negara industri seperti AS dan Inggris, mengalami penurunan emisi hingga sepertiganya.

Jalanan Lengang di Manhattan, New York
(Jalanan lengang di Manhattan, New York, AS, yang biasanya padat. Kebijakan lockdown membatasi mobilitas penduduk. Namun di sisi lain, kebijakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 tersebut justru mengurangi secara signifikan lalu lalangnya mobil yang berkontribusi besar terhadap emisi karbon. Foto : AP Photo)

Baca Juga : UV Matahari Dapat Nonaktifkan Virus Corona

Walau pun angka-angka ini cukup mengejutkan, namun juga menggambarkan beratnya tantangan untuk menurunkan emisi karbon demi menghindari dampak terburuk dari krisis perubahan iklim.

“Ini adalah penurunan yang sangat besar. Tetapi pada saat yang sama, masih ada 83 persen emisi global yang menunjukkan betapa sulitnya mengurangi emisi dengan mengubah gaya hidup masyarakat,” tutur Le Quéré.

Ia juga mengatakan bahwa penurunan 17 persen saat puncak lockdown di berbagai negara, hanya mengembalikan tingkat polusi di tahun 2006.

“Ini benar-benar menandakan besarnya emisi yang meningkat sepanjang waktu setiap tahunnya. Penurunan yang luar biasa ini hanya membawa kita kembali ke 14 tahun yang lalu,” jelas Le Quéré.

Apa yang akan terjadi selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan politik dan seberapa cepat kebijakan lockdown dicabut.

Jika dicabut pada bulan Juni, emisi karbon tahun ini akan turun 4 persen. Namun jika lockdown diberlakukan sepanjang tahun, maka penurunannya akan berkisar 7 persen.

Penurunan sebanyak itu, 7 persen, adalah target penurunan yang ditetapkan untuk memenuhi tujuan Paris Agreement yaitu menahan laju peningkatan temperatur global hingga di bawah 2 derajat celcius dari angka sebelum masa Revolusi Industri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *