Rolasnews.com – Menteri Sustainability and the Environment Singapura Grace Fu menyatakan Singapura siap membantu Indonesia memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di mana pun bantuan dibutuhkan. Pernyataan itu disampaikan Sabtu (10/10/2026) di tengah kabut asap yang terus memburuk di kawasan.
Fu mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat. Ia menyampaikan apresiasi atas upaya Indonesia menahan laju kebakaran sekaligus menawarkan dukungan teknis.
“Kami menyadari upaya sedang dilakukan. Kami siap membantu sedaya upaya,” ujar Fu kepada media di Our Tampines Hub, Singapura.
Ia juga menegaskan dukungan terhadap pembahasan kerja sama regional untuk mengatasi masalah kabut asap lintas batas.
Pernyataan Grace Fu muncul saat kualitas udara di Singapura sempat menyentuh level tidak sehat. Indeks PSI 24 jam di wilayah tengah sempat mencapai 192 pada Jumat malam, mendekati ambang “sangat tidak sehat”.
Sebagai informasi, Indonesia dan Singapura sudah memiliki payung kerja sama formal. Pada Juni 2026, kedua negara meneken MoU di bidang lingkungan hidup yang mencakup mitigasi karhutla, pengelolaan sampah, dan perdagangan karbon.
MoU tersebut menjadi landasan bagi kerja sama teknis lebih lanjut.
Selain Singapura, negara jiran Malaysia pada bulan lalu juga telah menawarkan bantuan konkret. Bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan Malaysia siap mengirim satu pesawat amfibi Bombardier CL-415MP, tiga helikopter, dan 52 personel dari NADMA, MMEA, serta RMAF.
Baca Juga:
Indonesia Sambut Bantuan Malaysia Atasi Kebakaran Hutan
Karhutla 2026 yang diperparah El Nino menjadi yang terparah dalam lebih dari satu dekade. Ribuan titik panas muncul di Sumatera dan Kalimantan, menghasilkan kabut asap yang menjalar hingga ke negara tetangga.
Indonesia telah mengerahkan puluhan ribu personel, melakukan water bombing, dan operasi modifikasi cuaca. Jepang juga mengirim tiga helikopter Chinook ke Kalimantan Barat.
Tawaran dari Singapura dan Malaysia memperkuat sinyal solidaritas ASEAN. Pemerintah Indonesia menegaskan terbuka terhadap bantuan internasional sepanjang sesuai kebutuhan lapangan dan mekanisme kerja sama yang berlaku.






