Rolasnews.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi masuk daftar calon Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namanya tercantum di situs resmi WHO sebagai salah satu dari enam kandidat yang diajukan negara anggota setelah batas nominasi ditutup 24 September 2026.
Indonesia secara resmi mengusulkan Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat. Awalnya nama pria berusia 62 tahun itu muncul di daftar calon prospektif bersama tiga nama lain (Agustus 2026).
Setelah periode nominasi berakhir, daftar diperbarui menjadi enam kandidat:
- Hanan Mohammed Al-Kuwari (Qatar)
- Hanan Balkhy (Arab Saudi)
- Hans Henri P. Kluge (Belgia)
- María P. Neira (Spanyol)
- Gevorg Tamamyan (Botswana)
- Budi Gunadi Sadikin (Indonesia)
Budi Gunadi Sadikin menjadi satu-satunya kandidat dari Asia Tenggara untuk jabatan Dirjen WHO.
Dirjen saat ini, Tedros Adhanom Ghebreyesus, akan mengakhiri masa jabatannya pada 15 Agustus 2027. Dirjen baru dijadwalkan dilantik 16 Agustus 2027.
Tugas dari Presiden Prabowo
Saat dikonfirmasi, Budi menyebut pencalonannya merupakan penugasan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Ya, doain aja deh. Ini kan udah ditugaskan oleh Bapak,” ujarnya di Istana Presiden, Senin (28/9/2026).
Menurut Budi, Presiden menekankan bahwa Indonesia sebagai negara besar belum pernah menempatkan warganya di posisi nomor satu lembaga PBB. Prabowo juga menitipkan amanah agar suara negara-negara berkembang (Global South) lebih didengar di tataran global.
Latar belakang Budi berbeda dari kebanyakan kandidat lain yang berlatar medis atau kesehatan masyarakat. Ia merupakan lulusan Teknik Fisika ITB, pernah berkarier panjang di perbankan (termasuk Dirut Bank Mandiri), dan menjabat Menkes sejak Desember 2020.
Pria kelahiran Bogor itu memimpin respons Indonesia saat pandemi Covid-19 dan aktif dalam inisiatif ketahanan kesehatan global, termasuk Pandemic Fund.
Proses masih panjang. Forum kandidat pertama dijadwalkan November 2026. Dewan Eksekutif WHO akan menyaring kandidat menjadi maksimal tiga nama pada Januari 2027. Pemilihan final berlangsung di Majelis Kesehatan Dunia ke-80 pada Mei 2027.
Jika terpilih, Budi akan menjadi warga negara Indonesia pertama yang memimpin badan khusus PBB.






