Rolasnews.com – Sektor pariwisata Indonesia kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendulang dolar. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan, kontribusi devisa dari sektor ini mencapai US$8,43 miliar pada semester pertama 2026.
Angka tersebut setara Rp149,7 triliun. Capaian ini tumbuh 2,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat US$8,20 atau sekitar Rp145,6 triliun.
“Pada semester pertama 2026, kontribusi devisa pariwisata telah mencapai 8,43 miliar dolar AS. Ini menunjukkan sektor pariwisata terus menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus sumber devisa negara,” kata Ni Luh di sela wisuda Politeknik Pariwisata Makassar, Sabtu (19/9/2026), dikutip dari Antara.
Kinerja positif ini berlanjut dari 2025, saat Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara, sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara, dan devisa pariwisata sebesar US$18,27 miliar (Rp324,4 triliun).
Di semester I 2026 sendiri, kunjungan wisman mencapai 7,45 juta orang (naik 5,71 persen), sementara perjalanan wisatawan nusantara tembus 630,41 juta perjalanan. Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan juga naik menjadi sekitar US$1.313 (Rp23,3 juta)
Meski berada di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global, pariwisata Indonesia tetap berperan penting dalam menyumbang devisa. Pemerintah menekankan pentingnya pergeseran fokus dari sekadar kuantitas kunjungan menuju kualitas dan keberlanjutan destinasi.






