Marwan Jafar: Gubernur BI Definitif Harus Jaga Independensi Bank Sentral

Marwan Jafar: Gubernur BI Definitif Harus Jaga Independensi Bank Sentral
Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar. (Ist/Parlementaria)

Rolasnews.com – Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar menegaskan bahwa siapa pun yang ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif pengganti Perry Warjiyo harus berkomitmen penuh menjaga independensi bank sentral.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI karena alasan kesehatan. Saat ini, kepemimpinan sementara Bank Indonesia dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti.

Read More

“Keputusan Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri harus dihormati. Siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia harus mampu menjaga independensi bank sentral sebagaimana diamanatkan undang-undang. Independensi Bank Indonesia bukan sekadar prinsip kelembagaan. Tetapi prasyarat agar kebijakan moneter dapat diambil secara objektif,” ujar Marwan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga:

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Ditunjuk Sebagai Plt

Independensi Bank Indonesia merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999. Menurut Marwan, prinsip tersebut penting untuk memastikan setiap kebijakan moneter diambil secara objektif. Hal ini demi menjaga stabilitas ekonomi nasional, bukan didorong oleh kepentingan politik jangka pendek.

“BI sebagai bank sentral mempunyai peran vital untuk memastikan pengelolaan moneter dikelola secara profesional demi stabilitas ekonomi. Sehingga target pertumbuhan ekonomi dicapai secara berkualitas,” katanya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu menilai kegagalan menjaga kredibilitas dan independensi bank sentral berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan, menekan nilai tukar rupiah, hingga menggerus kepercayaan investor global. Karena itu, ia menekankan proses pemilihan gubernur definitif harus mengedepankan integritas, profesionalisme, dan kompetensi.

“Karena itu, proses pemilihan gubernur definitif harus mengedepankan profesionalisme, integritas, kompetensi, dan kepentingan nasional. Sosok yang dipilih harus mampu menjaga kredibilitas Bank Indonesia di mata masyarakat maupun pelaku ekonomi global,” tegas legislator Fraksi PKB tersebut.

Mantan Menteri Desa itu juga berharap proses transisi kepemimpinan di tubuh Bank Indonesia dapat berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan maupun pengendalian inflasi. Hal tersebut dinilai penting mengingat kondisi ekonomi global yang masih dibayangi berbagai ketidakpastian dan berpotensi memberikan tekanan terhadap negara-negara berkembang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *