Rolasnews.com – Zohran Kwame Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City ke-111 pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, 1 Januari 2026, menggantikan Eric Adams. Pelantikan ini menjadi momen bersejarah dan serba pertama. Mamdani, yang berusia 34 tahun, menjadi wali kota Muslim pertama, keturunan Asia Selatan pertama, serta lahir di Afrika pertama di kota terbesar Amerika Serikat tersebut.
Menurut laporan The New York Times dan Associated Press, Zohran Mamdani bersumpah dengan tangan di atas Al-Quran dalam dua upacara pelantikan. Sebuah tradisi yang pertama kali dilakukan oleh wali kota New York.
Secara hukum, sumpah jabatan tidak mewajibkan penggunaan kitab suci apa pun, meski mayoritas wali kota sebelumnya menggunakan Alkitab.
Upacara privat tengah malam digelar di stasiun subway Old City Hall yang telah ditutup, dihadiri keluarga dan sekutu dekat. Sumpah diucapkan oleh Jaksa Agung New York, Letitia James.
Di sini, Mamdani menggunakan Al-Quran milik kakeknya serta salinan bersejarah abad ke-18 atau 19 yang pernah dimiliki Arturo Alfonso Schomburg, sejarawan Afro-Latino yang koleksinya menjadi fondasi Schomburg Center for Research in Black Culture di New York Public Library.
Al-Quran ini dipinjam dari perpustakaan dan dipilih untuk melambangkan keragaman rasial, etnis, serta agama di New York. Sekaligus menghubungkan akar Afrika Mamdani yang lahir di Kampala, Uganda.
Upacara publik siang hari berlangsung di tangga City Hall, diikuti block party besar di Canyon of Heroes. Sumpah diucapkan oleh Senator Bernie Sanders, sekutu politik Mamdani.
Pada sesi ini, Zohran Mamdani menggunakan Al-Quran milik kakek dan neneknya.
Pemilihan Al-Quran secara sengaja menekankan identitas Muslim Mamdani serta solidaritas dengan ratusan ribu warga Muslim New York.
Beragam Respon
Keputusan ini mendapat sambutan positif dari komunitas Muslim sebagai tonggak representasi. Meski demikian, kritikan datang dari sejumlah kalangan konservatif, termasuk Senator Tommy Tuberville yang menyebutnya kontroversial di media sosial.
Mamdani, anggota Democratic Socialists of America (DSA), terpilih pada November 2025 dengan mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo (independen) dan Curtis Sliwa (Republik).
Kemenangannya didorong turnout tinggi pemilih muda serta platform progresif, termasuk pengasuhan anak universal, pembekuan sewa rumah, dan transportasi umum gratis.
Lahir 18 Oktober 1991 dari ayah akademisi Mahmood Mamdani dan ibu sutradara Mira Nair, ia sebelumnya menjabat anggota Majelis Negara Bagian New York sejak 2020 mewakili Astoria dan Long Island City, Queens.
Sebelum terjun di dunia politik, Mamdani bekerja sebagai konselor pencegahan penyitaan rumah. Ia juga sempat berkarier sebagai rapper dengan nama panggung Mr. Cardamom.
Pelantikan Mamdani membuka era baru bagi New York, dengan fokus pada keterjangkauan hidup dan keadilan sosial. (TON)







