Rolasnews.com – Pemerintah Rusia kembali memperketat larangan terhadap apa yang disebut sebagai “propaganda LGBT” dengan memblokir platform game daring Roblox mulai 3 Desember 2025.
Badan pengawas media Rusia, Roskomnadzor, menyatakan bahwa Roblox yang berbasis di Amerika Serikat mengandung konten tidak pantas yang dapat merusak “perkembangan spiritual dan moral anak-anak”.
Mereka juga menuding platform tersebut memuat materi yang membenarkan kegiatan ekstremis, terorisme, serta informasi terkait isu LGBT.
Roblox segera merespon pemblokiran ini.
“Kami memiliki komitmen mendalam terhadap keamanan dan serangkaian langkah proaktif untuk mencegah konten berbahaya. Kami menghormati hukum setempat di negara tempat kami beroperasi. Dan kami percaya Roblox memberikan ruang positif untuk belajar, berkreasi, dan koneksi bermakna,” demikian pernyataan juru bicara Roblox.
Roblox bukan platform pertama yang diblokir Pemerintah Rusia.
Roskomnadzor mengumumkan pada 4 Desember bahwa Snapchat telah diblokir sejak 10 Oktober 2025.
Sementara fitur FaceTime milik Apple jjuga dibatasi.
Kedua layanan itu dituding digunakan untuk mengorganisir aksi terorisme, perekrutan pelaku, penipuan, dan kejahatan lain terhadap warga Rusia.
Sebelumnya, Instagram, X (dulu Twitter), Facebook, dan Signal juga telah diblokir atau dibatasi aksesnya di Rusia.
Langkah terbaru ini berlangsung lebih dari dua tahun setelah Mahkamah Agung Rusia pada 30 November 2023 menetapkan “gerakan LGBT internasional” sebagai organisasi ekstremis dalam sidang tertutup.
Putusan itu mengabulkan gugatan Kementerian Kehakiman yang menyebut gerakan tersebut memicu konflik sosial dan agama.
Sejak saat itu, hak komunitas LGBTQIA+ di Rusia dibatasi ketat.
Menurut organisasi HAM, All Out, individu queer yang terbuka tentang identitasnya, mengadvokasi hak komunitas, atau menyatakan dukungan terhadap hak LGBTQIA+ berisiko didenda hingga dijerat sanksi pidana. (TON)







