Siap Gelar Wisuda ke-67, Enam Wisudawan Terbaik ITN Paparkan Hasil Penelitiannya

Siap Gelar Wisuda ke-67, Enam Wisudawan Terbaik ITN Paparkan Hasil Penelitiannya
(Para wisudawan terbaik ITN, satu berhalangan hadir, berpose depan kampus. Credit: ANC)

Rolasnews.com – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, kembali akan menggelar acara wisuda pada akhir pekan ini.  Sebanyak 233 wisudawan, termasuk 6 wisudawan terbaik ITN dijadwalkan akan mengikuti prosesi wisuda ke-67 yang akan digelar secara hibrid, Sabtu (19/3/2022).

Sebelum pelaksanaan wisuda berlangsung, enam wisudawan terbaik dihadirkan untuk memaparkan hasil penelitiannya.

Read More

Salah satunya adalah Mutiara Sholawati, mahasiswa Teknik Informatika S-1 Fakultas Teknik Industri yang berhasil mendapatkan IPK 3.87 dengan masa studi 3,5 tahun.

Dalam penelitiannya, perempuan asal Pasuruan ini membuat aplikasi berupa website yang digunakan untuk pengenalan bahasa isyarat abjad SIBI dengan metode Convolutional Neural Network (CNN).

Dijelaskan Mutiara, aplikasi yang ia buat berupa website yang bertujuan untuk memudahkan proses pembelajaran bahasa isyarat di SDLB. Tepatnya di SDLB III Purworejo, Kota Pasuruan.

“Untuk websitenya sendiri terdiri dari dua website yaitu web untuk guru dan web untuk siswa,” jelasnya saat ditemui di ITN, Kamis (17/3/2022).

Jadi sebelum para siswa belajar bahasa isyarat, terlebih dulu guru harus membuat model untuk klasifikasinya. Dimana guru harus menambahkan data peragaan bahasa isyarat yaitu berupa gambar digital.

Keluaran dari sistem ini berupa label kelas abjad dan nilai probalitas hasil klasifikasi yang ditampilkan pada webcam dalam website.

“Setelah membuat model dan menambahkan data peragaan baru kemudian siswa bisa mengakses website untuk belajar Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI),” jelasnya.

Mutiara Sholawati
(Salah satu wisudawan terbaik ITN, Mutiara Sholawati. Credit: ANC)

Dalam menyelesaikan skripsinya tersebut, ada beberapa kendala yang harus dihadapi Mutiara. Salah satunya adalah keterbatasan referensi dan kesulitan pemrograman. Sebab, penelitian serupa masih terbilang minim.

Namun, dengan bimbingan dosen dan materi referensi lain membuatnya berhasil menyelesaikan skripsi dengan baik.

“Bersyukur sekarang skripsinya sudah selesai dan segera akan diwisuda,” ucapnya senang.

Sementara itu wisudawan terbaik lainnya, Riantika Sherlindatama (Sherlin), Mahasiswi Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknik Industri (FTI), berhasil memanfaatkan limbah kubis untuk dijadikan bahan bakar alternatif, dengan harapan mampu mengatasi krisis energi (fosil).

Disampaikan Sherlin, kebutuhan masyarakat di Indonesia akan minyak tanah dan gas saat ini mengalami kesulitan. Teknologi Biobriket dapat menjadi salah satu bahan bakar alternatif.

“Daripada limbah kubis busuk, lebih baik dibuat bahan bakar alternatif,” ucap peraih IPK tertinggi 3.88 dengan lama studi 3,5 tahun ini.

Riantika Sherlindatama
(Wisudawan terbaik ITN lainnya, Riantika Sherlindatama (Sherlin) tengah memaparkan hasil penelitiannya yang memanfaatkan limbah kubis untuk dijadikan bahan bakar altenatif. Credit: ANC)

Baca Juga :

Mahasiswa ITN Berikan Pelatihan Pembuatan POC dan Briket Kepada Warga Desa Panggungrejo, Gondanglegi

Sherlin memilih kubis karena kandungan selulosanya berpotensi diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti briket.

“Jadi kalau digabungkan dengan sekam padi, maka kualitas biobriket menjadi terbaik. Ditinjau dari pengaruh jenis perekat dan variasi komposisi sekam padi dengan kubis,” tandasnya.

Selain Mutiara Sholawati dan Riantika Sherlindatama, dihadirkan pula empat wisudawan terbaik yaitu Mohamad Cholil, mahasiswa Teknik Elektro S-1, FTI, peraih IPK 3,42, uang berhasil membuat purwarupa alat penakar dan pembersih beras automatis.

Selanjutnya ada Oktania Nur Feruzia, mahasiswa D-3 FTI peraih IPK 3,81 yang mampu membuat alat pencetak pentol bakso yang bertujuan selain memudahkan proses pembuatan bakso, juga membantu posisi pembuatnya lebih baik dibandingkan secara konvensional.

Berikutnya Rois Dinan, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S-1, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) peraih IPK 3,78, dengan studi tanaman pangan di kawasan Situbondo. Serta Al Aziz Nur Muhammad, S-1 FTSP, peraih PK 3,44, dengan perancangan rumah susun. (ANC)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.