Perluas Jaringan, Fokus Dini Herawati Kembangkan UMKM IKA Rholaz

Perluas Jaringan, Fokus Dini untuk pengembangan UMKM IKA Rholaz

Rolasnews.com – Salah satu program utama yang diusung Dini Herawati, kandidat Ketua Umum Ikatan Alumni SMPN 12 Surabaya (IKA Rholaz) periode 2021-2024, adalah memperluas jaringan untuk pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) para alumni.

Selama ini sektor usaha kecil dan menengah memiliki peran teramat penting dalam perekonomian nasional. Data Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto 61,07% atau senilai Rp8.573,89 triliun.

Read More

Sektor UMKM juga menyerap 97% dari total tenaga kerja informal yang ada. Pun demikian dengan para alumni SMPN 12 Surabaya. Banyak dari para alumni yang jumlahnya ribuan ini yang menjadi pelaku UMKM.

Oleh karena itu, dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum Ika Rholaz periode 2021-2024, Dini Herawati menyodorkan berbagai program yang di antaranya adalah pengembangan sektor usaha, terutama di kalangan alumni.

“Banyak dari teman kita yang memiliki bisnis kecil-kecilan. Bisnis yang dijalankan dari rumah. Entah itu toko kelontong, kerajinan, kuliner, dlsb. Sebagian dari mereka menggantungkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dari usaha rumahan tersebut,” kata Dini.

Problematika bagi mereka yang menggeluti UMKM ini, lanjut Dini, tidak melulu soal permodalan, tetapi seringkali justru pada jaringan yang minim.

Baca Juga :

Kendati Caketum Termuda, Dini Herawati Siap Nahkodai IKA Rholaz

Sebagai Manager Area Bank BJB cabang Surabaya, Dini menyadari bahwa jejaring bisnis yang lingkupnya amat terbatas akan menyulitkan para pelaku UMKM mengembangkan usahanya.

“Beberapa waktu lalu saya ke Bali. Di sana saya melihat pandemi betul-betul merontokkan ekonomi masyarakat Bali karena nyaris tidak ada lagi turis asing yang berkunjung. Bukan hanya mereka yang bergerak di sektor pariwisata yang terkena imbasnya, tetapi juga para pelaku usaha seperti pembuat suvenir atau kerajinan khas Bali. Efek domino dari kolapsnya sektor pariwisata merembet ke mana-mana,” tutur Dini.

Untuk menggerakkan kembali geliat ekonomi masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah meluncurkan program “Bela Beli Bali”.

“Ini program yang sangat bagus. “Bela Beli Bali” diendorse langsung Pemprov Bali untuk mempromosikan hasil produksi dari pelaku UMKM di sana. Baik itu ke pasar domestik maupun pasar internasional,” ujar Dini.

Beli Bali kolaborasi Pemprov Jabar-Pempro
(Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, bersama Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, saat peluncuran program “Bela Beli Bali” 17 September 2021. Credit: @westjavagov_/Instagram)

Dan gayung pun bersambut. September tahun lalu program ini membuahkan kolaborasi Pemprov Bali dengan Pemrprov Jabar untuk saling memajukan UMKM di daerah masing-masing melalui aplikasi borongdong.id.

Menurutnya, hal ini sebenarnya juga bisa diadopsi IKA Rholaz.

IKA Rholaz sebagai wadah organisasi resmi yang menaungi lulusan SMPN 12 Surabaya lintas angkatan, mempunyai potensi besar untuk menjadi ujung tombak pengenalan unit-unit usaha para alumni ke masyarakat. Apalagi mereka tersebar ke berbagai kalangan. Tak sedikit pula yang mempunyai jaringan luas.

“Jejaring ini yang mustinya bisa kita manfaatkan. Kita bisa berkonsolidasi untuk membangun sistem jejaring bisnis, juga sosial. Itu semua demi asas kemanfaatan bagi semua rekan-rekan alumni,” terang Dini.

Fokus pada pengembangan UMKM alumni IKA Rholaz
(Usaha-usaha kecil milik rekan-rekan alumni inilah yang dibidik Dini Herawati untuk dikembangkan melalui perluasan jejaring bisnis serta penyerahan dana hibah UMKM Pedal IKA Rholaz. Credit: Ist)
Dini Herawati bersama Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka
(Mendampingi Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, meninjau pameran kerajinan UMKM. Credit: Ist)

Lulusan tahun 1993 ini menambahkan, jika terpilih sebagai Ketua Umum IKA Rholaz periode mendatang, ia akan fokus pada perluasan jaringan untuk mengembangkan sektor UMKM yang dimiliki para alumni.

“Tentunya harus ditunjang data riil serta masukan apa-apa saja yang dibutuhkan untuk pengembangan sektor usaha dari teman-teman alumni. Yang penting harus ada konsolidasi dulu. Setelah itu kita tata bareng-bareng” pungkas Dini yang mengusung tagline “PAS: Peduli Asyik Solid” dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum IKA Rholaz. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.