Ini Alasan Kenapa Loco Gold Menjadi Primadona di Perusahaan Pialang Berjangka

  • Whatsapp
Ini Alasan Kenapa Loco Gold Menjadi Primadona di Perusahaan Pialang Berjangka
(Pimpinan cabang BPF Malang, Andri, menjelaskan tentang loco gold. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)
Rolasnews.com – Transaksi loco gold hingga saat ini masih menjadi primadona para nasabah di perusahaan pialang berjangka nasional, tak terkecuali bagi nasabah Bestprofit Future (BPF) Malang.

Bahkan dari delapan produk yang ditransaksikan, kontribusi loco gold mencapai 80 persen lebih dari total transaksi di BPF Malang. Selebihnya diisi transaksi indeks Hangseng dan sejumlah mata uang asing yakni dolar Australia, Euro, Yen, Pound sterling serta Swiss Franc.

Pimpinan cabang BPF Malang, Andri, menyebutkan bahwa ada beberapa alasan kenapa masyarakat lebih memilih loco gold daripada produk lainnya.

Read More

Alasan pertama adalah sifat loco gold yang safe haven dan lebih aman daripada emas batangan.

“Kalau emas penyimpanannya dalam bentuk batangan. Sedangakan loco gold lebih dikenal sebagai invesment dalam bentuk paperless atau laporan elektronik dimana mendapat jaminan dari PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dalam bentuk yang namanya Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNA),” jelasnya beberapa waktu lalu.

Alasan yang kedua adalah berkaitan dengan jam transaksi, dimana jam transaksi emas ini dari jam 06.00 pagi sampai jam 04.30 subuh. Jadi waktunya lebih fleksibel, sehingga orang yang sibuk juga bisa melakukan transaksi.

Alasan yang ketiga adalah naik turunnya harga emas lebih mudah diprediksi. Sebab  harga emas dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu data Non Farm Payroll (NFP), suku bunga dan mata uang dollar.

Baca Juga :

Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi Sasar Civitas Universitas Brawijaya

Lebih dalam lagi Andri menjelaskan, 3 faktor yang mempengaruhi harga emas tersebut, yang pertama adalah Non Farm Payroll atau pencipta lapangan pekerjaan di luar sektor pertanian yang ada di Amerika. Rilis data NFP biasanya diumumkan setiap bulan, pada hari Jumat minggu pertama.

“Jadi kalau data NFP-nya meningkat, maka harga emas akan turun. Tapi kalau NFP-nya rendah diluar ekspektasi maka harga emas akan naik. Data NFP ini yang biasanya ditunggu-tunggu semua orang yang bertransaksi loco gold,” jelasnya.

Faktor yang kedua adalah suku bunga. Dimana jika suku bunga dinaikkan, maka harga emas akan turun. Tapi kalau harga suku bunga turun, harga emas akan naik.

Andri menjelaskan kelebihan loco gold
(Andri menuturkan loco gold memiliki kelebihan lebih aman untuk investasi dibanding emas batangan. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)

Faktor yang ketiga adalah mata uang dolar. Karena biasanya harga emas berbanding terbalik dengan dolar. Jika mata uang dolar itu menguat dibandingkan mata uang negara lain, maka harga emas akan turun. Tapi kalau dolar itu melemah dibandingkan mata uang lainnya, maka harga emas akan naik.

“Jadi 3 faktor utama ini yang paling mempengaruhi naik turunya harga emas. Sedangkan faktor yang lainnya tidak terlalu berpengaruh,” tuturnya.

Sementara itu, Andri menceritakan tren loco gold sebenarnya mulai naik sejak tahun 2020, dimana puncak harga tertingginya pada saat itu 2.118 per 3 ons.

“Jadi pada tahun 2020 itu loco gold mulai semarak sampai dengan sekarang. Karena akhirnya orang mengenal bahwa loco gold itu sama dengan emas tidak ada perbedaan sebenarnya. Makanya bagi kami itu mudah untuk memasarkan loco gold ini karena memang sama dengan emas,” tandasnya. (ANC)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *