Awas, Penyakit Kritis pun Bisa Menimpa Anak Muda

  • Whatsapp
Awas, Penyakit Kritis pun Bisa Menimpa Anak Muda
Rolasnews.com – Di samping pandemi Virus COVID-19 yang sekarang merebak dan menjadi momok di seluruh dunia,  sebetulnya ada lagi yang tak kalah mengkhawatirkan, yakni Penyakit Kritis.

Penyakit kritis atau critilal illness merupakan penyakit yang menyebabkan kritis, yang sudah dalam taraf kronis atau stadium lanjut. Dapat dikatakan penderita tidak dapat atau memiliki harapan kecil untuk kembali pulih.

5 penyakit mematikanYang merisaukan, penyakit tersebut tidak hanya mengintai mereka yang lanjut usia, tetapi juga dapat dialami oleh mereka yang masih berusia produktif. Pasalnya, mereka akrab dengan pola makan tak teratur, gaya hidup tidak sehat, serta bekerja dengan tingkat stress yang cukup tinggi. Semuanya itu bisa menjadi pemciu munculnya penyakit kritis.

Read More

“Tak heran jika saat ini orang-orang dengan usia produktif banyak yang sudah terkena penyakit kritis sejak dini. Misalnya, jantung, kanker, ginjal dan stroke,” kata Hartini, Financial Advisor di salah satu perusahaan asuransi ternama.

Yang mengerikan semua penyakit kritis rata-rata baru dirasakan oleh penderita di saat sudah pada level yang membahayakan. Padahal sebetulnya penyakit tersebut sudah menyerang secara perlahan lahan, tetapi kurang ditanggapi.

Artis usai muda sakit kritis
(Beberapa artis Indonesia yang masih muda tetapi sudah terkena penyakit kritis. Bahkan putri Denada yang masih kecil terkena Leukimia sehingga sampai harus menjual rumah untuk berobat. Photo Courtesy : Ist)

Masalah berikutnya pun muncul menyertai. Biaya perawatannya sangat mahal bahkan sampai ratusan juta sehingga aset yang dipunyai pasti akan terkuras habis karena pengobatannya bersifat wajib, harus segera dilakukan karena jika tidak bisa merenggut nyawa.

“Bagi mereka yang memiliki Asuransi Kesehatan On Bill, maka biaya selama perawatan di RS sudah pasti dibereskan 100%,” tutur Hartini.

Selain biaya di RS tersebut, ada pula biaya besar yang harus dipenuhi karena otomatis penderita tidak bisa bekerja, misalnya STROKE. Penderita otomatis tidak bisa bekerja berbulan-bulan, bahkan bisa bertahun-tahun.

“Semua itu masih ditambah dengan kebutuhan therapy yang umumnya harus dilakukan oleh penderita penyakit kritis. Therapy akan memakan biaya yang tidak sedikit karena sifatnya yang berkelanjutan. Penderita tentu menginginkan untuk segera sembuh,” imbuhnya.

Hartini di Tower Pakuwon
(Hartini (kerudung ungu) bersama rekan-rekannya di depan kantornya di Pakuwon Tower Tunjungan Plaza 6, Surabaya. Photo Courtesy : Ist)

Kalau sudah dalam kondisi seperti itu bagaimana dengan kebutuhan sehari-hari? Makan, biaya sekolah anak-anak? Belum lagi kalau ada yang punya cicilan mobil, KPR rumah, apakah semua itu juga bisa ditangguhkan untuk tidak dibayar?

Oleh karena itulah penyakit kritis bisa menguras harta dan aset yang dimiliki apabila penderita tidak mempunyai Asuransi Penyakit Kritis.

“Dengan mempunyai asuransi penyakit kritis maka resiko resiko diatas akan ditanggung oleh perusahaan asuransinya. Selagi masih masih produktif dan masih sehat pasti diterima oleh asuransi,” Hartini memungkasi. (ADV)

Sumber : HARTINI – Financial Advisor

081703360110 (WA)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *