Terjadi Longsor, Sutiaji Minta Pengembang Perumahan Tidak Asal Bangun

  • Whatsapp
Terjadi Longsor, Sutiaji Minta Pengembang Perumahan Tidak Asal Bangun
(Walikota Malang memberi penjelasan usai meninjau lokasi bencana longsor. Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)
Rolasnews.com – Walikota Malang, Sutiaji, menekankan kepada para pengembang perumahan untuk tidak asal membangun, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan penghuni rumah. Hal ini disampaikan menyusul terjadinya bencana tanah longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside yang mengakibatkan satu orang penghuni ikut hanyut terbawa arus sungai Bangau.

“Ada satu korban yang sampai saat ini belum ditemukan. Jadi kita mohon doa semoga korban bisa segera ditemukan,” ujarnya usai meninjau lokasi tanah longsor, Selasa (19/1).

Dikatakan Sutiaji, kemarin hujan memang cukup lebat dengan durasi cukup lama sehingga menyebabkan debit air yang ada di sungai meluap. Karenanya pria berkacamata ini meminta para pengembang perumahan untuk taat aturan.

Read More

“Mohon nanti para pengembang bukan hanya untuk di kasus ini saja, semua pengembang tolong sekali lagi memperhatikan keselamatan masyarakat khususnya penghuni perumahan. Jangan asal bangun, tapi melanggar aturan,” ucapnya.

Apalagi menurut literasi, ia menambahkan, yang namanya sungai, entah berapa tahun sekali pasti ada banjir besar yang menyebabkan terjadi longsor. Mestinya kalau taat pada aturan, tidak boleh ada bangunan yang masuk pada wilayah-wilayah yang seharusnya tidak dibangun.

“Maka sekali lagi saya sampaikan, sekarang kan banyak bangunan-bangunan yang berada di bibir sungai dan itu banyak dikelola oleh seorang profesional, jadi seharusnya diperhatikan juga dari sisi keamanan penghuni,” tutur Walikota.

Saat ini keluarga korban dan tetangga korban yang rumahnya berdekatan dengan lokasi longsor memang sudah diungsikan ke rumah Ketua RT.

“Nanti akan kami berikan santunan dan selanjutnya nanti dinas sosial dan BPBD juga akan memberikan bantuan kepada korban longsor,” sebutnya.

BNPB Ingatkan Daerah Potensi Ancaman Banjir dan Longsor

Sementara itu, koordinator lapangan Basarnas Surabaya yang ikut terjun dalam pencarian mengaku pihaknya terus melakukan pencarian korban dengan menerjunkan sekitar 40 personil timsar gabungan.

“Kita tadi pukul 08.30 sudah melakukan apel untuk pergerakan. Anggota kami bagi menjadi 4 SRU (SAR Unit, red). Masing-masing SRU berjumlah 8 orang,” terangnya.

Untuk rute pencarian, SRU yang pertama dimulai dari jembatan Bunul naik ke TKM, kurang lebih radius 1 km. Selanjutnya SRU dua dari Ranu Grati turun ke jembatan Muharto radius 3,5 km. SRU ketiga dari jembatan Muharto sampai jembatan Gadang radius 2,5 km. SRU keempat dari Gadang sampai Lowokdoro radius 2,5 km.

“Untuk semua SRU, kita maksimalkan penyisiaran darat,” ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan pada hari Senin (18/1), sekitar pukul 17.30 Wib, bertempat di TKP Perum Griya Sulfat Inside Kavling 10, RT:09, RW:08 Kel. Bunulrejo Kec. Blimbing Kota Malang, telah terjadi Tanah Longsor yang mengakibatkan korban hanyut terbawa arus sungai Bangau.

Korban atas nama Roland Sumarna berjenis kelamin laki-laki. (ANC)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *