PBB Peringatkan Perubahan Iklim Sebabkan Lebih Banyak Bencana Tiap Tahun

  • Whatsapp
PBB : Perubahan Iklim Sebabkan Lebih Banyak Bencana Tiap Tahun
(Kekeringan ekstrem akibat perubahan iklim. Foto : Live Science)
Rolasnews.com – Badan cuaca PBB memperingatkan perubahan iklim berpotensi menyebabkan lebih banyak bencana setiap tahunnya.

Meningkatnya gelombang panas, kebakaran hutan, badai, pemanasan global, kekeringan dan seringnya terjadi angin ribut, membuat jumlah orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan internasional dapat bertambah 50 persen di tahun 2030. Di tahun 2018 saja, tak kurang dari 108 juta penduduk bumi yang butuh uluran bantuan akibat bencana alam.

Dalam laporan terbaru yang dirilis hari ini, Selasa (13/10), Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa lebih banyak bencana yang berkaitan dengan iklim terjadi setiap tahunnya.

Read More

Link Banner Link Banner

Ada lebih dari 11 ribu bencana yang diakibatkan perubahan iklim dan fenomena seperti tsunami selama 50 tahun terakhir. Bencana-bencana alam itu menyebabkan 2 juta kematian dan kerugian ekonomi senilai USD 3,6 triliun.

Laporan State of Climate Services di tahun 2020 yang disusun oleh 16 lembaga internasional dan lembaga pembiayaan, menyerukan kepada pemerintah untuk mengalokasikan lebih banyak anggaran ke dalam sistem peringatan dini. Hal ini demi meningkatkan kemampuan negara dalam mempersiapkan, merespon dan meminimalisir dampak dari bencana-bencana alam tersebut.

Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas, mengatakan bahwa pandemi COVID-19 memang menimbulkan krisis kesehatan serta kerusakan ekonomi yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkannya.

“Tapi juga perlu diingat, perubahan iklim membawa ancaman nyata yang terus berlanjut bagi umat manusia, ekosistem, ekonomi serta kehidupan masyarakat di abad-abad yang akan datang,” imbuh Taalas.

BMKG : Waspadai Dampak La Nina di Indonesia

Meski demikian, ia menekankan bahwa pemulihan dari pandemi dapat menjadi peluang untuk menapaki jalur yang lebih berkelanjutan menuju kemampuan bertahan dan adaptasi menghadapi perubahan antropogenik atau perubahan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Tak hanya bagi umat manusia, perubahan antropogenik ini dapat berdampak buruk bagi spesies lain seperti binatang, tumbuhan, organisme dan keseluruhan ekosistem.

Kebakaran hutan rusak ekosistem
(Keuntungan ekonomi membakar hutan untuk pembukaan lahan tak sebanding dengan rusaknya ekosistem secara keseluruhan. Foto : Mongabay)

Misalnya, membakar hutan untuk membuka lahan. Tindakan ini selain mengurangi luasan hutan juga menyebabkan kematian hewan hutan, menimbulkan kabut asap serta penyakit ISPA bagi masyarakat yang terpapar kabut asap di wilayah sekitarnya. (TON)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *